What's up!

Selasa, 29 April 2014

Kangen !

Kangen?

Iya kangen...... rindu deh kata halusnya...

Dimana orangnya? ya tau sih orangnya dimana... tau kok tau banget... rumahnya juga tau..

Orangnya sibuk? ya ga juga, sebenernya sih sesibuk-sibuknya dia, dia selalu nyempetin waktu buat gue sebisa mungkin. . :')

Perhatian? IYA perhatian BANGET... tapi ya guenya yang ga mau diperhatiin... terlalu ngacuhin sih sebenernya..

Baik? apa lagi baik, gausa ditanya lagi dia emang baik...

TERUS MASALAHNYA??

Entahlaaaaaaaaaaah, rumit pokoknya.... gue suka dia, gue butuh dia, dia suka gue, dia juga butuh gue sebenernya.. gue pengen sama dia, dia juga pengen sama gue... tapi ya gatau deh berasa waktu yang ga ngizinin... ntah emang karna itu apa emang guenya aja nih yang rada-rada oon menyia-nyiakan orang kayak dia... Susah deh pokoknya...

Jarang ketemu banget ? Iya jarang, tapi tetep komunikasian sih... itu juga suka ngumpet-ngumpet hahahahaha

Ngumpet sama siapa? Sama Algojo ;p

Tapi... disaat gue bilang rindu, diapun sama.. aaaaaaaaaaah banyak hal yang wah banget meskipun jarang ketemu. Tapi kalo udah ketemu tuh, "KUALITAS" berkesan banget..

Sedih? iya sedih banget..... Kadang lebih sedihnya lagi kalo keluarga gue udah nanyainkabar dia juga, begitu sebaliknya.. kalo dia nyampein kalo gue ditanyain sama keluarganya diaaa...

Yakin suatu saat bener-bener ada waktu buat kalian seutuhnya?

YAAAAAA, BERDOANYA SIH YAKIN.... tapi ntahlah, kita hanya selalu berharap waktu itu emang ada, tapi semuanya gimana allah ngizinin apa gak...

yang jelas... gue kangen !
Udah gitu aja.....

Minggu, 20 April 2014

Tuan Nona Kesepian (Hal.11)

Pukul 10.30..

Dretdretdret hp Tije bergetar. Sebuah pesan diterima..

“Heyyy.. are you ok? Jaga diri kamu baik-baik, jangan lupa makan, berhenti nangis. Sayangi diri kamu sendiri. Aku dikantor ga tenang mikirin keadaan kamu.” – Surya

Tije yang sedari pagi belum beranjak dari tempat tidurnya dan masih terus memikirkan Dhani akhirnya bisa tersenyum kembali setelah membaca pesan tersebut..

Pikir Tije dibenaknya..
“ya tuhan, kenapa orang sebaik ini aku acuhkan sementara yang terus aku pikirkan hanya orang yang mengacuhkan aku. Apa ini sebuah jawaban serta jalan yang memang engkau berikan untuk aku dan Surya?”

Tijepun membalas pesan Surya..
“Heyyy.. makasih untuk semalam. Setidaknya sekarang aku sedikit lebih tenang. Iya nanti aku makan, kamu fokus aja di kantor jangan keganggu Cuma karna aku ya Sur.”

Sedari dulu memang hanya Surya yang selalu ada untuk Tije, keberadaanya sangatlah berarti meskipun mereka tidak pernah benar-benar menjadi sepasang kekasih yang utuh. Setelah bertahun-tahun mereka lewati ini, akhirnya tuhan pun memberikan jawaban lewat sebuah peristiwa ini. Mereka sebenarnya memang ditakdirkan untuk bersama namun selama ini waktu belum mempersatukan mereka. Beberapa bulan berlalu, Tijepun akhirnya berani menceritakan kepada keluarganya kalau hubunganya dengan Dhani benar-benar sudah usai. Tije sadar bahwa selama ini dia mengharapkan Dhani untuk berubah hanyalah hal yang sia-sia dan benar-benar suatu hal bodoh bila ia terus tidak memperdulikan Surya.

Kini Tije dan Suryapun akhirnya bersama, Hidup Tije kini terasa sempurna karena kini dia bersama orang yang tepat. Dan Suryapun sangat bahagia, karena wanita yang selama ini ia kagumi sekarang bisa ia miliki seutuhnya meskipun harus melewati waktu yang lama.


Cinta yang sebenarnya akan datang dengan sendirinya tanpa harus kita paksakan. Jika tuhan berkehendak pasti akan dipertemukan. J 

Tuan Nona Kesepian (Hal.10)

Keesokan harinya Tije pergi kerumah Surya untuk memberitahukan kabar tidak mengenakan ini. Surya yang baru saja tiba dirumah tentu saja kaget dengan kehadiran Tije dirumahnya dengan wajah yang mengundang tanya...

Heyyy je.... maaf ya nunggu lama, kamu kenapa? Baik-baik aja kan?
(ya, beginilah Surya. Kapanpun ia memulai percakapan atau bertemu Tije. Hal yang pertama kali ia pastikan adalah keadaan Tije baik-baik saja)

Hmmmm.. aku yakin, sebelum aku cerita pasti kamu bisa tau keadaan aku. Tapi ga disini aku ceritanya, kita cari tempat diluar aja ya gaenak sama mama dan ayah.. (jawab Tije)

Dasar si anak yang selalu buat aku khawatir dan penasaran, ga pernah berubah. Ayo kita pamit dulu sama ayah dan mama dibawah (sambil mencubit pipi Tije, Surya yang  khawatir sekali dengan keadaan Tije mencoba menghiburnya)

Akhirnya Surya dan Tije sampai disebuah restaurant favourite mereka dulu. Sambil mengenang masa lalu, Surya kembali bertanya tentang kabar buruk yang ingin disampaikan Tije..

Surya : ok.. jadi apa yang kamu mau ceritain sama aku? kaget loh aku tiba-tiba disambut kedatangan kamu pake muka yang kayak gini..

Tije : Dhani tau kita masih suka berhubungan, dia tau aku ngundang kamu kemarin dan dia tau kamu ngirimin aku kiriman bunga. Dia marah banget sama aku tapi seolah-olah aku jadi posisi orang yang benar-benar paling salah dihubungan ini. Dan dia pergi ninggalin aku sekarang, keluarga aku ataupun dia ga ada yang tau soal ini.

Surya : dududuh.. bener-bener pecundang ! upss sorry ga maksud ngejelekin ya je, tapi ya itulah yang emang sosok dia dimata aku. Kalo dia emang serius, selama ini seharusnya dia ga akan pernah sedikitpun ngecuhin kamu dan kalaupun ada masalah antara kalian berdua ga semestinya dia nyalahin kamu gitu aja dan dengan gampangnya pergi gitu aja. Jadi? Sekarang kamu maunya gimana?”

Tije : Aku mau cari dia, mau bener-bener mastiin hubungan aku. Dan aku berniat mau nemuin kamu sama dia, apapun hasilnya nanti yang penting aku ketemu.

Surya : helloooooo Tijeku sayang, lagi-lagi mesti kamu lagi yang harus berjuang sendiri buat mempertahakan hubungan kalian? Mau salah dia atau kamu, kenapa mesti harus selalu kamu? Dimana peranan dia sebagai laki-laki? Yang ada dia makin besar kepala dan kamu terus disepelekan. Aku ga bermaksud mempengaruhi kamu, tapi coba kamu pikirin lagi baik-baik.”

Tije hanya bisa menangis saat Surya menasehatinya, dia sadar apa yang dikatakan Surya itu memang benar. Selama ini hanya dia yang terus berusaha mempertahankan hubungannya ini, sementara Dhani selalu bersikap acuh dan menyepelekan. Hubungan ini udah bener-bener gak sehat, hanya karena pihak keluarga Dhani dan Tije masih bertahan. Sementara itu, Tijepun merasa amat sangat bersalah kepada Surya karena selama ini orang yang nyatanya benar-benar peduli dan tulus menyayanginya tetapi justru dia abaikan.

Pikiran Tije makin tidak karuan, apa yang mesti benar-benar ia lakukan saat ini. Ingin menemui Dhani tetapi diapun tidak tahu dimana keberadaan Dhani saat ini.

Sambil menghapus air mata Tije, Surya berkata...
“Sudahlah Je, gausa lagi kamu nangisin dia. Dia aja bisa berprilaku ga perduli sama hubungan kamu ini. Aku ga kuat liat kamu nangis kayak gini, yang ada aku malah ikutan sedih banget ada aku disini tapi kamu masih terus-terusan nangis. Yang ada aku juga makin benci sama Dhani.. Inget, kamu bakal terus punya aku yang selalu nemenin kamu, kamu ga sendiri jadi gausa kamu buang-buang waktu buat orang kayak dia.. kamu berhak buat bahagia je, ga kayak gini..”

Hingga larut malam Surya menemani Tije dan membujuk Tije untuk tidak mengharapkan bisa bertemu Dhani malam. Karena Surya tahu, penantian Tije untuk bertemu Dhani hanyalah hal yang sia-sia..

Pukul 23.30, ternyata memang benar tidak ada kabar apapun dari Dhani. Sambil menarik tangan Tije, Surya memaksa Tije untuk segera pulang..

“Jangan siksa diri kamu sendiri, Kasian mama dirumah pasti nungguin kamu. Aku antar kamu pulang sekarang.”
Dengan lemas Tijepun mendengarkan apa yang dikatakan Surya. Tijepun diantar pulang..

----------------------------..10..---------------------------------------

Tuan Nona Kesepian (Hal.9)

Minggu, 14-04-04

Acara pertunangan Tije dan Dhani.

Surya ingat sekali dengan undangan pertunangan Tije dan Dhani. Iapun sebenarnya ingin menghadiri acara tersebut dan memastikan keadaan Tije. Namun, Surya berpikir bila ia datang ke acara tersebut yang ada hanya akan menimbulkan kesan yang tidak menyenangkan untuk Dhani dan menimbulkan masalah untuk Tije. Oleh karena itu, Surya hanya memesan sebuah kiriman bunga untuk Tije yang ia kirim melalui kurir.

Dilain tempat, Tije yang sedang sibuk dengan hari pertunanganya itu tiba-tiba mendapatkan sebuah kiriman bunga dengan terselip sebuah pesan kecil.

“Maaf je, aku ga bisa hadir ke acara kamu. Semoga kiriman bunga ini bisa mewakili aku diasana. Aku gak mau merusak acara kamu dengan kehadiran aku. Semoga kamu bahagia. –Surya-“

Tije tetap merasa senang meskipun hanya mendapati kiriman bunga tersebut, iapun mengerti akan hal yang dikhawatirkan Surya. Dengan muka sumbringah Tije membawa kiriman bunga tersebut untuk disimpan kedalam kamar. Tetapi saat ia membalikan badan ternyata ada Dhani dibelakangnya yang sudah memperhatikan kiriman bunga tersebut.

Dengan cepat Dhani merebut kiriman bunga tersebut dari Tije.
Dhani : “Surya? Jadi bunga ini dari Surya, perduli banget dia sama kamu. Jadi selama ini kamu masih berehubungan sama orang ini?.”

Tije : “A..a...a..aku bisa jelasin ini sama kamu. Kamu jangan marah dulu. Aku ga ada apa-apa sama dia. Hanya sebatas hubungan biasa.” Dengan takut Tije mencoba meyakinkan Dhani.

Dhani : “Sudahlah, aku ga mau mendengar penjelasan apa-apa lagi tentang kamu sama dia, paling juga sama aja kayak dulu yang kamu bilang ga ada apa-apa tapi ada apa-apa. Ini acara pertunangan kita, selama acara ini kita harus berpura-pura kalau kita ga ada masalah didepan keluarga kita. Masalah ini kita bicarakan lagi nanti.” Dengan mengakhiri pembicaraannya Dhanipun  pergi meninggalkan Tije menuju ruang tamu.

Keesokan harinya Tije bertemu dengan Dhani untuk membicarakan permasalahanya dengan Surya.

Dhani : “aku gak habis pikir, ternyata selama ini kamu masih berhubungan dengan Surya. Bahkan kamu bilang kamu memang masih dekat dengan dia. Aku gapernah tau hubungan kamu sama dia selama ini dan akupun ga tau apa aja yang udah kamu lakuin sama dia dibelakang aku. Dan parahnya lagi, dihari pertunangan kita kamu ngancurin perasaan aku. Aku bener-bener kecewa Je.”

Tije : “hmmm iya maaf, aku tahu aku salah aku masih berhubungan sama Surya selama ini. Tapi aku ga ada hubungan apa-apa, aku memang nyaman sama dia. Dia yang selama ini setia denger keluh-kesah aku baik itu permasalahan aku sendiri ataupun masalah aku sama kamu. Cuma sebatas curhat aja kok.” Tije mencoba meyakini Dhani.

Dhani : “Jujur apapun penjelasan kamu, aku udah ga mau percaya lagi. Ini bukan pertama kalinya aku tau kamu sama Surya dan dihari pertunangan kita kamu malah mencoba mengundang dia buat dateng ke acara kita. Kamu tau kan kalau aku benci sama dia? Tapi kenapa kamu malah undang dia? Dan kamu merasa dia orang yang bisa ngertiin kamu? Bagus banget.... hebat je ! Semakin kecewa aku sama kamu.”

Tije : “Maafin aku Dhan.. aku ga bermaksud buat ngerusak acara pertunangan kita. Aku komunikasian sama dia juga emang sekedar curhat. Iya, aku emang ngerasa nyaman sama dia, dia selalu ada waktu buat aku. Apa kamu gapernah mikir kamu gimana memperlakukan aku? aku ngeluh juga kamu ngapernah mau denger aku. makanya aku curhat ke Surya.”

Dhani : “Sudahlah je, aku bilang aku gamau denger apa-apa lagi. Aku ngerti sekarang kita udah tunangan. Tapi, mulai saat ini kita jalanin hidup kita sekarang masing-masing dulu aja. Aku bener-bener kecewa sama kamu, kalau aku dengerin apa penjelasan kamu ini aku yakin nanti pasti akan ada lagi masalah ini dan aku pastiin pasti dengan Surya lagi. Biarin aku nikmatin hidup aku sendiri, dan kamu? Kalau kamu emang ngerasa nyaman sama Surya silahkan kamu sama Surya. Hubungan kita udah samapi disini.”

Tije : “Ga, gamau Dhani. Aku gamau pertunangan kita kemarin sia-sia. Gimana dengan keluarga kita nanti yang tahu ini semua? Aku janji aku ga akan lagi berhubungan sama Surya. Aku janji, maafin aku Dhan.” Dengan berlinang air mata Tije memohon kepada Dhani agar hubungan mereka tetap dilanjutkan.

Dhani : “Udah cukup je buat aku, kasih aku waktu untuk sendiri.  Pertunangan kita inipun biar nanti mereka tahu sendiri kalau kita emang udah ga ada apa-apa lagi diantara kita. Kalau kita memang berjodoh nanti juga akan baik dengan sendirinya.”

-----------------------------..9..--------------------------------------

Tuan Nona Kesepian (Hal.8)

Titutitutitutitut..... (Handphone Surya berdering, terlihat ada pemberitahuan ada satu SMS masuk)
Setelah 1 tahun berlalu, akhirnya Tije menghubungi Surya kembali.

“Surya, minggu ini aku akan bertunangan dengan Dhani. Aku harap kamu bisa datang ke acara pertunanganku ini.” Begitulah isi pesan singkat yang Tije sampaikan kepada Surya.

Dengan kaget dan di iringi rasa tidak percaya Surya membaca pesan tersebut dan dengan cepat ia menghubungi Tije.

Tuuuuuuuuuuuuuuuutuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut...

Tije : “Surya! Kamu udah baca SMS dari aku kan? Gimana, kamu bisa dateng diacara pertunanganku?”
Dengan terbata-bata Surya menjawab...

Surya : “hmmmm.. eng.. gak tau deh je, aku bisa dateng atau gak ke acara kamu ini.”

Tije : “Loh? Kenapa? Kok ga dateng sih?.” Tije menjawab dengan penuh rasa kecewa.

Surya : “Kamu memang yakin dengan pilihan kamu ini? Kamu mau tunangan sama Dhani? Setau aku kaaaaaaan.............”

Tije langsung memotong pembicaraan Surya
Tije : “Ya gimana ya Sur, aku juga sebenernya ga yakin sama Dhani. Ya kamu tau sendiri kan dia gimana. Dari terakhir yang aku ceritain tentang aku sama Dhani juga dia gak ada perubahan. Tapi, orang tua dia emang minta aku sama Dhani tunangan dan keluarga aku juga setuju dengan rencana ini. Kalo ga mikir karena keluarga juga ya sebenernya aku ga yakin sama Dhani sur... kamu tau aku kan.”

Surya : “Nah.. itu yang aku gak percaya denger kabar pertunangan kamu ini, bukannya aku mau memberikan masukan yang negatif. Tapi, coba kamu pikirkan sekali lagi kalau kamu sendiri sebenarnya juga ga yakin sama Dhani.”

Tije : “Gak bisa, semua persiapan udah selesai udah tinggal beberapa hari lagi. Aku ga mungkin batalin ini, yang ada nanti aku malah nyari masalah.”

Surya : “Yaudah kalo itu emang udah jadi keputusan kamu, semoga kamu ga ada rasa menyesal nantinya. Aku bicara sperti ini karena aku perduli sama kamu. Aku ga mau kamu terus-terusan berusaha sendiri di hubungan kamu sma Dhani. Kamu berhak buat bahagia je, bukan larut bertahan dikesedihan gini. Nanti aku usahain dateng ya.. sekali lagi selamat buat Kamu dan Dhani.”

Tttuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut, telephone pun langsung terputus sebelum Tije sempat menjawab kembali telephone tersebut.

Sedih Surya mendengar kabar pertunagan Tije dengan Dhani. Karena meskipun mereka sudah lost contact perasaan Surya untuk Tije gak pernah berubah sedikitpun. Tetapi mulai dari kabar ini, Surya harus benar-benar mencoba mengikhlaskan Tije dengan Dhani meskipun dengan rasa terpaksa dan penuh kekhawatiran.

“Mungkin ini memang saatnya gue harus mengikhlaskan Tije sama Dhani, hubungan merekapun udah ketahap yang lebih jelas meskipun sebenarnya hubungan mereka tidak begitu baik.” Gumam Surya dalam hatinya.


-------------------------------..8..------------------------------------

Tuan Nona Kesepian (Hal.7)

Terhitung sudah hampir 3 tahun hubungan Tije dan Surya ini tidak jelas, (Hubungan Tanpa Setatus). Meskipun sudah sering ditinggal-tingal sama Tije, Tije tetap sesosok wanita terbaik buat Surya. Seputusnya Surya dengan Intanpun, Surya mematokan dirinya kepada Tije meskipun Tije masih bersama Dhani. Sampai kini, Surya belum berpacaran lagi dengan siapapun. Dia masih yakin kalau dia dan Tije bisa bersatu.

Berkali-kali Surya mengajak Tije untuk menjalin hubungan yang serius, karena bila dilihat hubungan Tije dan Dhanipun benar-benar sudah tidak sehat. Dhani yang semakin sering mengacuhkan Tije, dan tidak jarang pula Surya mendapati kabar tak enak tentang hubungan Tije dan Surya yang seperti menggantung tak jelas, sehingga Suryapun memiliki keyakinan kalau dia bisa mendapatkan Tije seutuhnya. Tak gentar usaha Surya membujuk Tije, tetapi Tije selalu menolak dengan alasan yang sama.

“aku ga mau kesalahan terbesar yang pernah aku lakuin terulang lagi. Cukup dulu aku rasain penyesalan yang besar. Aku emang sayang kamu, tapi aku gabisa putusin Dhani. Kecuali Dhani yang emang pustusin aku.” ujar Tije dengan tegas.

Dengan rasa kecewa, Suryapun menerima keputusan Tije dan diapun tidak ingin memaksa Tije.
“Yaudah, kamu baik-baik ya disana. Oh iya, dapet salam dari mama, ayah, dan adik-adik disini. Kalau sempet, luangin waktu main kerumah ya.” Ucap Surya dengan penuh harap.

“iya nanti kalau ada waktu aku sempetin main jenguk mereka.” Dengan nada sedikit berpura-pura cuek Tije menjawab permohonan Surya.

Meskipun berat hati Tije untuk berprilaku sedingin itu terhadap Surya, tapi Tije yakin kalau hal ini yang memang harus silakukan karena Tije gak mau kalu Surya masih sukuat itu yakinya dengan hubungan mereka ini, dengan mematokan dirinya ke Tije. Tije merasa memiliki beban tersendiri karena diapun belum bisa memberikan keyakinan ke Surya.

Setelah ini, Tije benar-benar mengambil keputusan untuk sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Surya. Apapun jenis komunikasinya itu, diusahakan tidak ada lagi. Melalui media sosial ataupun Handphone. Tije benar-benar lost contact dengan Surya.

-------------------------------..7..----------------------------------

Tuan Nona Kesepian (Hal.6)

Terjadi gonjang-ganjing diantara hubungan Tije dan Dhani, karena lama kelamaan Dhani lebih sering menghabisakan waktu dengan teman-temanya. Kehidupan Dhani kinipun semakin gak jelas karena pengaruh-pengaruh buruk teman-temanya itu. Saat Tije bercerita dengan Surya, ternyata di waktu yang sama hubungan Surya dan Intanpun sedang goyah karena sikap Intan yang lama kelamaanpun semakin sulit dikontrol dan Suryapun merasa Intanpun memiliki suatu hubungan khusus dengan teman kantornya.

“duh, kenapa selalu begini sih? Aku ada masalah kamu juga bermasalah. Kadang aku mikir kapan tuhan bener-bener ngasih waktu buat kita tanpa harus kita yang kesanya nyakitin mereka? Kapaaaaan?” keluh Tije.

“Dari dulu juga kan aku udah bilang, kita sama-sama ga nyaman sama pasangan kita. Aku nemuin kenyamanan di kamu dan kamupun nemuin kenyamanan di aku. Kenapa ga disatuin aja sih?” ujar Surya.

“Gabisa gitu, aku takut ngulang kesalahan yang sama dihidup aku. dulu aku pernah mutusin orang Cuma karena aku ngerasa nyaman sama orang lain tapi nyatanya aku yang bakalan nyesel. Aku gamau keulang hal kayak gitu lagi. Yaudahlah biar waktu aja yang menjawab semuanya.” Balas Tije.

“Yaudahlah aku juga gabisa maksain ini, iya biar waktu aja yang menjawab semuanya.” Jawab Surya dengan pasrah.

Meskipun dalam kenyataanya mereka sama-sama ga bisa memiliki seutuhnya, tetapi mereka tetap merasa yakin dengan perasaan mereka. Tije merasa Surya adalah semangat hidupnya, dan Surya merasa Tijelah benar-benar orang yang tepat untuknya.

Tetapi mereka semakin jarang berkomunikasi, karena Dhani mengetahui kalu ternyata Tije dan Surya selama ini masih berhubungan. Untuk menghidari masalah, Tije memilih untuk menenangkan keadaan sambil melihat apakah kalau dia dan Surya benar-benar tidak berhubungan perasaanya akan hilang atau tidak. Meskipun Surya sering menghubungi Tije terlebih dahulu, Tije memilih untuk diam dan menghilang perlahan.

Setelah beberapa lama, Tije menghubungi Surya.
“Heeeeey, apa kabar?”. SMS pun terkiririm ke Surya

Tak lama kemudiaaaaaaaaan....... Handphone Tije berdering dan Tije segara mengangkat karena itu adalah Telepon dari Surya.

Surya : “Assalamualaikum, kamu kemana aja tiba-tiba ngilang. Aku khawatir n mikirin kamu.”

Tije : “Waalaikumsallam, hehehe aku ga kemana-kemana kok, ini aku ada disini. Kemarin aku ilang ya pingin aja, aku juga kangen sama kamu makanya aku sms kamu tadi. Gimana kamu sama Intan? Baik?”

Surya : “hmmm sama Intan? Belum lama putus. Ternyata selama ini dugaan aku sama dia bener. Dia emang deket sama temen kantornya dan Intanpun lebih milih orang itu daripada aku.”

Tije : “Ya ampuunn kok gitu, padahal kan setau aku dia gamau kehilangan kamu banget. Eh taunya samanya toh kayak kita hehehehe.”

Surya : “ya mau gimana lagi, emang udah gini jalanya. Kamu sama Dhani baik?.”

Tije : “ya gitu deh flat-flat aja aku mah, dia juga masih sama aja ga ada perubahan masih tetep mentingin temenya.”

Surya : “Daaaaan kamu masih betah sama hubungan yang kayka gitu?”
Surya masih berharap kalau dia dan Tije bisa bersama secara utuh.

Tije : “ya sama aku juga, yaemang gini mau diapain lagi, dan akupun ngerasa kalau aku mesti jadi orang yang bisa ngontrol dia dari pengaruh-pengaruh ga baik itu. Kalau aku tinggalin, aku takut hidup dia makin kusut.”

Surya : “oh jadi sekarang kamu udah bener-bener perduli sama dia? Yaudah semoga dia bisa jadi lebih baik ya. Kalau ada apa-apa cerita sama aku. jangan ilang-ilangan lagi. Aku mau lanjut kerja ya, kamu baik-baik disana.”

Tije : “Siaaaap boooooos, nanti aku cerita sama kamu kalo ada apa-apa. Semangat kerjanya ya kamu. Daaaaaaah.”

--------------------------------..6..-----------------------------------