Kangen?
Iya kangen...... rindu deh kata halusnya...
Dimana orangnya? ya tau sih orangnya dimana... tau kok tau banget... rumahnya juga tau..
Orangnya sibuk? ya ga juga, sebenernya sih sesibuk-sibuknya dia, dia selalu nyempetin waktu buat gue sebisa mungkin. . :')
Perhatian? IYA perhatian BANGET... tapi ya guenya yang ga mau diperhatiin... terlalu ngacuhin sih sebenernya..
Baik? apa lagi baik, gausa ditanya lagi dia emang baik...
TERUS MASALAHNYA??
Entahlaaaaaaaaaaah, rumit pokoknya.... gue suka dia, gue butuh dia, dia suka gue, dia juga butuh gue sebenernya.. gue pengen sama dia, dia juga pengen sama gue... tapi ya gatau deh berasa waktu yang ga ngizinin... ntah emang karna itu apa emang guenya aja nih yang rada-rada oon menyia-nyiakan orang kayak dia... Susah deh pokoknya...
Jarang ketemu banget ? Iya jarang, tapi tetep komunikasian sih... itu juga suka ngumpet-ngumpet hahahahaha
Ngumpet sama siapa? Sama Algojo ;p
Tapi... disaat gue bilang rindu, diapun sama.. aaaaaaaaaaah banyak hal yang wah banget meskipun jarang ketemu. Tapi kalo udah ketemu tuh, "KUALITAS" berkesan banget..
Sedih? iya sedih banget..... Kadang lebih sedihnya lagi kalo keluarga gue udah nanyainkabar dia juga, begitu sebaliknya.. kalo dia nyampein kalo gue ditanyain sama keluarganya diaaa...
Yakin suatu saat bener-bener ada waktu buat kalian seutuhnya?
YAAAAAA, BERDOANYA SIH YAKIN.... tapi ntahlah, kita hanya selalu berharap waktu itu emang ada, tapi semuanya gimana allah ngizinin apa gak...
yang jelas... gue kangen !
Udah gitu aja.....
What's up!
Selasa, 29 April 2014
Minggu, 20 April 2014
Tuan Nona Kesepian (Hal.11)
Pukul 10.30..
Dretdretdret hp Tije bergetar.
Sebuah pesan diterima..
“Heyyy.. are you ok? Jaga diri
kamu baik-baik, jangan lupa makan, berhenti nangis. Sayangi diri kamu sendiri.
Aku dikantor ga tenang mikirin keadaan kamu.” – Surya
Tije yang sedari pagi belum
beranjak dari tempat tidurnya dan masih terus memikirkan Dhani akhirnya bisa
tersenyum kembali setelah membaca pesan tersebut..
Pikir Tije dibenaknya..
“ya tuhan, kenapa orang sebaik
ini aku acuhkan sementara yang terus aku pikirkan hanya orang yang mengacuhkan
aku. Apa ini sebuah jawaban serta jalan yang memang engkau berikan untuk aku dan
Surya?”
Tijepun membalas pesan Surya..
“Heyyy.. makasih untuk semalam.
Setidaknya sekarang aku sedikit lebih tenang. Iya nanti aku makan, kamu fokus
aja di kantor jangan keganggu Cuma karna aku ya Sur.”
Sedari dulu memang hanya Surya
yang selalu ada untuk Tije, keberadaanya sangatlah berarti meskipun mereka
tidak pernah benar-benar menjadi sepasang kekasih yang utuh. Setelah
bertahun-tahun mereka lewati ini, akhirnya tuhan pun memberikan jawaban lewat
sebuah peristiwa ini. Mereka sebenarnya memang ditakdirkan untuk bersama namun
selama ini waktu belum mempersatukan mereka. Beberapa bulan berlalu, Tijepun
akhirnya berani menceritakan kepada keluarganya kalau hubunganya dengan Dhani benar-benar
sudah usai. Tije sadar bahwa selama ini dia mengharapkan Dhani untuk berubah
hanyalah hal yang sia-sia dan benar-benar suatu hal bodoh bila ia terus tidak
memperdulikan Surya.
Kini Tije dan Suryapun akhirnya
bersama, Hidup Tije kini terasa sempurna karena kini dia bersama orang yang
tepat. Dan Suryapun sangat bahagia, karena wanita yang selama ini ia kagumi
sekarang bisa ia miliki seutuhnya meskipun harus melewati waktu yang lama.
Cinta yang sebenarnya akan
datang dengan sendirinya tanpa harus kita paksakan. Jika tuhan berkehendak
pasti akan dipertemukan. J
Tuan Nona Kesepian (Hal.10)
Keesokan harinya Tije pergi
kerumah Surya untuk memberitahukan kabar tidak mengenakan ini. Surya yang baru
saja tiba dirumah tentu saja kaget dengan kehadiran Tije dirumahnya dengan
wajah yang mengundang tanya...
Heyyy je.... maaf ya nunggu lama,
kamu kenapa? Baik-baik aja kan?
(ya, beginilah Surya. Kapanpun ia
memulai percakapan atau bertemu Tije. Hal yang pertama kali ia pastikan adalah
keadaan Tije baik-baik saja)
Hmmmm.. aku yakin, sebelum aku
cerita pasti kamu bisa tau keadaan aku. Tapi ga disini aku ceritanya, kita cari
tempat diluar aja ya gaenak sama mama dan ayah.. (jawab Tije)
Dasar si anak yang selalu buat
aku khawatir dan penasaran, ga pernah berubah. Ayo kita pamit dulu sama ayah
dan mama dibawah (sambil mencubit pipi Tije, Surya yang khawatir sekali dengan keadaan Tije mencoba
menghiburnya)
Akhirnya Surya dan Tije sampai
disebuah restaurant favourite mereka dulu. Sambil mengenang masa lalu, Surya
kembali bertanya tentang kabar buruk yang ingin disampaikan Tije..
Surya : ok.. jadi apa yang kamu
mau ceritain sama aku? kaget loh aku tiba-tiba disambut kedatangan kamu pake
muka yang kayak gini..
Tije : Dhani tau kita masih suka
berhubungan, dia tau aku ngundang kamu kemarin dan dia tau kamu ngirimin aku
kiriman bunga. Dia marah banget sama aku tapi seolah-olah aku jadi posisi orang
yang benar-benar paling salah dihubungan ini. Dan dia pergi ninggalin aku
sekarang, keluarga aku ataupun dia ga ada yang tau soal ini.
Surya : dududuh.. bener-bener
pecundang ! upss sorry ga maksud ngejelekin ya je, tapi ya itulah yang emang
sosok dia dimata aku. Kalo dia emang serius, selama ini seharusnya dia ga akan
pernah sedikitpun ngecuhin kamu dan kalaupun ada masalah antara kalian berdua
ga semestinya dia nyalahin kamu gitu aja dan dengan gampangnya pergi gitu aja.
Jadi? Sekarang kamu maunya gimana?”
Tije : Aku mau cari dia, mau
bener-bener mastiin hubungan aku. Dan aku berniat mau nemuin kamu sama dia,
apapun hasilnya nanti yang penting aku ketemu.
Surya : helloooooo Tijeku sayang,
lagi-lagi mesti kamu lagi yang harus berjuang sendiri buat mempertahakan hubungan
kalian? Mau salah dia atau kamu, kenapa mesti harus selalu kamu? Dimana peranan
dia sebagai laki-laki? Yang ada dia makin besar kepala dan kamu terus
disepelekan. Aku ga bermaksud mempengaruhi kamu, tapi coba kamu pikirin lagi
baik-baik.”
Tije hanya bisa menangis saat
Surya menasehatinya, dia sadar apa yang dikatakan Surya itu memang benar.
Selama ini hanya dia yang terus berusaha mempertahankan hubungannya ini,
sementara Dhani selalu bersikap acuh dan menyepelekan. Hubungan ini udah
bener-bener gak sehat, hanya karena pihak keluarga Dhani dan Tije masih
bertahan. Sementara itu, Tijepun merasa amat sangat bersalah kepada Surya
karena selama ini orang yang nyatanya benar-benar peduli dan tulus
menyayanginya tetapi justru dia abaikan.
Pikiran Tije makin tidak karuan,
apa yang mesti benar-benar ia lakukan saat ini. Ingin menemui Dhani tetapi
diapun tidak tahu dimana keberadaan Dhani saat ini.
Sambil menghapus air mata Tije,
Surya berkata...
“Sudahlah Je, gausa lagi kamu
nangisin dia. Dia aja bisa berprilaku ga perduli sama hubungan kamu ini. Aku ga
kuat liat kamu nangis kayak gini, yang ada aku malah ikutan sedih banget ada
aku disini tapi kamu masih terus-terusan nangis. Yang ada aku juga makin benci
sama Dhani.. Inget, kamu bakal terus punya aku yang selalu nemenin kamu, kamu
ga sendiri jadi gausa kamu buang-buang waktu buat orang kayak dia.. kamu berhak
buat bahagia je, ga kayak gini..”
Hingga larut malam Surya menemani
Tije dan membujuk Tije untuk tidak mengharapkan bisa bertemu Dhani malam.
Karena Surya tahu, penantian Tije untuk bertemu Dhani hanyalah hal yang
sia-sia..
Pukul 23.30, ternyata memang
benar tidak ada kabar apapun dari Dhani. Sambil menarik tangan Tije, Surya
memaksa Tije untuk segera pulang..
“Jangan siksa diri kamu sendiri, Kasian
mama dirumah pasti nungguin kamu. Aku antar kamu pulang sekarang.”
Dengan lemas Tijepun mendengarkan
apa yang dikatakan Surya. Tijepun diantar pulang..
----------------------------..10..---------------------------------------
Tuan Nona Kesepian (Hal.9)
Minggu, 14-04-04
Acara pertunangan Tije dan Dhani.
Surya ingat sekali dengan
undangan pertunangan Tije dan Dhani. Iapun sebenarnya ingin menghadiri acara
tersebut dan memastikan keadaan Tije. Namun, Surya berpikir bila ia datang ke
acara tersebut yang ada hanya akan menimbulkan kesan yang tidak menyenangkan
untuk Dhani dan menimbulkan masalah untuk Tije. Oleh karena itu, Surya hanya
memesan sebuah kiriman bunga untuk Tije yang ia kirim melalui kurir.
Dilain tempat, Tije yang sedang
sibuk dengan hari pertunanganya itu tiba-tiba mendapatkan sebuah kiriman bunga
dengan terselip sebuah pesan kecil.
“Maaf je, aku ga bisa hadir ke
acara kamu. Semoga kiriman bunga ini bisa mewakili aku diasana. Aku gak mau
merusak acara kamu dengan kehadiran aku. Semoga kamu bahagia. –Surya-“
Tije tetap merasa senang meskipun
hanya mendapati kiriman bunga tersebut, iapun mengerti akan hal yang
dikhawatirkan Surya. Dengan muka sumbringah Tije membawa kiriman bunga tersebut
untuk disimpan kedalam kamar. Tetapi saat ia membalikan badan ternyata ada
Dhani dibelakangnya yang sudah memperhatikan kiriman bunga tersebut.
Dengan cepat Dhani merebut
kiriman bunga tersebut dari Tije.
Dhani : “Surya? Jadi bunga ini
dari Surya, perduli banget dia sama kamu. Jadi selama ini kamu masih
berehubungan sama orang ini?.”
Tije : “A..a...a..aku bisa
jelasin ini sama kamu. Kamu jangan marah dulu. Aku ga ada apa-apa sama dia.
Hanya sebatas hubungan biasa.” Dengan takut Tije mencoba meyakinkan Dhani.
Dhani : “Sudahlah, aku ga mau
mendengar penjelasan apa-apa lagi tentang kamu sama dia, paling juga sama aja
kayak dulu yang kamu bilang ga ada apa-apa tapi ada apa-apa. Ini acara
pertunangan kita, selama acara ini kita harus berpura-pura kalau kita ga ada
masalah didepan keluarga kita. Masalah ini kita bicarakan lagi nanti.” Dengan
mengakhiri pembicaraannya Dhanipun pergi
meninggalkan Tije menuju ruang tamu.
Keesokan harinya Tije bertemu
dengan Dhani untuk membicarakan permasalahanya dengan Surya.
Dhani : “aku gak habis pikir,
ternyata selama ini kamu masih berhubungan dengan Surya. Bahkan kamu bilang
kamu memang masih dekat dengan dia. Aku gapernah tau hubungan kamu sama dia
selama ini dan akupun ga tau apa aja yang udah kamu lakuin sama dia dibelakang
aku. Dan parahnya lagi, dihari pertunangan kita kamu ngancurin perasaan aku.
Aku bener-bener kecewa Je.”
Tije : “hmmm iya maaf, aku tahu
aku salah aku masih berhubungan sama Surya selama ini. Tapi aku ga ada hubungan
apa-apa, aku memang nyaman sama dia. Dia yang selama ini setia denger
keluh-kesah aku baik itu permasalahan aku sendiri ataupun masalah aku sama
kamu. Cuma sebatas curhat aja kok.” Tije mencoba meyakini Dhani.
Dhani : “Jujur apapun penjelasan
kamu, aku udah ga mau percaya lagi. Ini bukan pertama kalinya aku tau kamu sama
Surya dan dihari pertunangan kita kamu malah mencoba mengundang dia buat dateng
ke acara kita. Kamu tau kan kalau aku benci sama dia? Tapi kenapa kamu malah
undang dia? Dan kamu merasa dia orang yang bisa ngertiin kamu? Bagus banget....
hebat je ! Semakin kecewa aku sama kamu.”
Tije : “Maafin aku Dhan.. aku ga
bermaksud buat ngerusak acara pertunangan kita. Aku komunikasian sama dia juga
emang sekedar curhat. Iya, aku emang ngerasa nyaman sama dia, dia selalu ada
waktu buat aku. Apa kamu gapernah mikir kamu gimana memperlakukan aku? aku
ngeluh juga kamu ngapernah mau denger aku. makanya aku curhat ke Surya.”
Dhani : “Sudahlah je, aku bilang
aku gamau denger apa-apa lagi. Aku ngerti sekarang kita udah tunangan. Tapi,
mulai saat ini kita jalanin hidup kita sekarang masing-masing dulu aja. Aku
bener-bener kecewa sama kamu, kalau aku dengerin apa penjelasan kamu ini aku
yakin nanti pasti akan ada lagi masalah ini dan aku pastiin pasti dengan Surya
lagi. Biarin aku nikmatin hidup aku sendiri, dan kamu? Kalau kamu emang ngerasa
nyaman sama Surya silahkan kamu sama Surya. Hubungan kita udah samapi disini.”
Tije : “Ga, gamau Dhani. Aku
gamau pertunangan kita kemarin sia-sia. Gimana dengan keluarga kita nanti yang
tahu ini semua? Aku janji aku ga akan lagi berhubungan sama Surya. Aku janji,
maafin aku Dhan.” Dengan berlinang air mata Tije memohon kepada Dhani agar hubungan
mereka tetap dilanjutkan.
Dhani : “Udah cukup je buat aku,
kasih aku waktu untuk sendiri.
Pertunangan kita inipun biar nanti mereka tahu sendiri kalau kita emang
udah ga ada apa-apa lagi diantara kita. Kalau kita memang berjodoh nanti juga
akan baik dengan sendirinya.”
-----------------------------..9..--------------------------------------
Tuan Nona Kesepian (Hal.8)
Titutitutitutitut..... (Handphone
Surya berdering, terlihat ada pemberitahuan ada satu SMS masuk)
Setelah 1 tahun berlalu, akhirnya
Tije menghubungi Surya kembali.
“Surya, minggu ini aku akan bertunangan
dengan Dhani. Aku harap kamu bisa datang ke acara pertunanganku ini.” Begitulah
isi pesan singkat yang Tije sampaikan kepada Surya.
Dengan kaget dan di iringi rasa
tidak percaya Surya membaca pesan tersebut dan dengan cepat ia menghubungi
Tije.
Tuuuuuuuuuuuuuuuutuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut...
Tije : “Surya! Kamu udah baca SMS
dari aku kan? Gimana, kamu bisa dateng diacara pertunanganku?”
Dengan terbata-bata Surya
menjawab...
Surya : “hmmmm.. eng.. gak tau
deh je, aku bisa dateng atau gak ke acara kamu ini.”
Tije : “Loh? Kenapa? Kok ga
dateng sih?.” Tije menjawab dengan penuh rasa kecewa.
Surya : “Kamu memang yakin dengan
pilihan kamu ini? Kamu mau tunangan sama Dhani? Setau aku
kaaaaaaan.............”
Tije langsung memotong
pembicaraan Surya
Tije : “Ya gimana ya Sur, aku
juga sebenernya ga yakin sama Dhani. Ya kamu tau sendiri kan dia gimana. Dari
terakhir yang aku ceritain tentang aku sama Dhani juga dia gak ada perubahan.
Tapi, orang tua dia emang minta aku sama Dhani tunangan dan keluarga aku juga
setuju dengan rencana ini. Kalo ga mikir karena keluarga juga ya sebenernya aku
ga yakin sama Dhani sur... kamu tau aku kan.”
Surya : “Nah.. itu yang aku gak
percaya denger kabar pertunangan kamu ini, bukannya aku mau memberikan masukan
yang negatif. Tapi, coba kamu pikirkan sekali lagi kalau kamu sendiri
sebenarnya juga ga yakin sama Dhani.”
Tije : “Gak bisa, semua persiapan
udah selesai udah tinggal beberapa hari lagi. Aku ga mungkin batalin ini, yang
ada nanti aku malah nyari masalah.”
Surya : “Yaudah kalo itu emang
udah jadi keputusan kamu, semoga kamu ga ada rasa menyesal nantinya. Aku bicara
sperti ini karena aku perduli sama kamu. Aku ga mau kamu terus-terusan berusaha
sendiri di hubungan kamu sma Dhani. Kamu berhak buat bahagia je, bukan larut
bertahan dikesedihan gini. Nanti aku usahain dateng ya.. sekali lagi selamat
buat Kamu dan Dhani.”
Tttuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut,
telephone pun langsung terputus sebelum Tije sempat menjawab kembali telephone
tersebut.
Sedih Surya mendengar kabar pertunagan
Tije dengan Dhani. Karena meskipun mereka sudah lost contact perasaan Surya
untuk Tije gak pernah berubah sedikitpun. Tetapi mulai dari kabar ini, Surya
harus benar-benar mencoba mengikhlaskan Tije dengan Dhani meskipun dengan rasa
terpaksa dan penuh kekhawatiran.
“Mungkin ini memang saatnya gue
harus mengikhlaskan Tije sama Dhani, hubungan merekapun udah ketahap yang lebih
jelas meskipun sebenarnya hubungan mereka tidak begitu baik.” Gumam Surya dalam
hatinya.
-------------------------------..8..------------------------------------
Tuan Nona Kesepian (Hal.7)
Terhitung sudah hampir 3 tahun
hubungan Tije dan Surya ini tidak jelas, (Hubungan Tanpa Setatus). Meskipun
sudah sering ditinggal-tingal sama Tije, Tije tetap sesosok wanita terbaik buat
Surya. Seputusnya Surya dengan Intanpun, Surya mematokan dirinya kepada Tije
meskipun Tije masih bersama Dhani. Sampai kini, Surya belum berpacaran lagi
dengan siapapun. Dia masih yakin kalau dia dan Tije bisa bersatu.
Berkali-kali Surya mengajak Tije
untuk menjalin hubungan yang serius, karena bila dilihat hubungan Tije dan
Dhanipun benar-benar sudah tidak sehat. Dhani yang semakin sering mengacuhkan
Tije, dan tidak jarang pula Surya mendapati kabar tak enak tentang hubungan
Tije dan Surya yang seperti menggantung tak jelas, sehingga Suryapun memiliki
keyakinan kalau dia bisa mendapatkan Tije seutuhnya. Tak gentar usaha Surya
membujuk Tije, tetapi Tije selalu menolak dengan alasan yang sama.
“aku ga mau kesalahan terbesar
yang pernah aku lakuin terulang lagi. Cukup dulu aku rasain penyesalan yang
besar. Aku emang sayang kamu, tapi aku gabisa putusin Dhani. Kecuali Dhani yang
emang pustusin aku.” ujar Tije dengan tegas.
Dengan rasa kecewa, Suryapun
menerima keputusan Tije dan diapun tidak ingin memaksa Tije.
“Yaudah, kamu baik-baik ya
disana. Oh iya, dapet salam dari mama, ayah, dan adik-adik disini. Kalau
sempet, luangin waktu main kerumah ya.” Ucap Surya dengan penuh harap.
“iya nanti kalau ada waktu aku
sempetin main jenguk mereka.” Dengan nada sedikit berpura-pura cuek Tije
menjawab permohonan Surya.
Meskipun berat hati Tije untuk
berprilaku sedingin itu terhadap Surya, tapi Tije yakin kalau hal ini yang
memang harus silakukan karena Tije gak mau kalu Surya masih sukuat itu yakinya
dengan hubungan mereka ini, dengan mematokan dirinya ke Tije. Tije merasa
memiliki beban tersendiri karena diapun belum bisa memberikan keyakinan ke
Surya.
Setelah ini, Tije benar-benar
mengambil keputusan untuk sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Surya.
Apapun jenis komunikasinya itu, diusahakan tidak ada lagi. Melalui media sosial
ataupun Handphone. Tije benar-benar lost contact dengan Surya.
-------------------------------..7..----------------------------------
Tuan Nona Kesepian (Hal.6)
Terjadi gonjang-ganjing diantara
hubungan Tije dan Dhani, karena lama kelamaan Dhani lebih sering menghabisakan
waktu dengan teman-temanya. Kehidupan Dhani kinipun semakin gak jelas karena
pengaruh-pengaruh buruk teman-temanya itu. Saat Tije bercerita dengan Surya,
ternyata di waktu yang sama hubungan Surya dan Intanpun sedang goyah karena
sikap Intan yang lama kelamaanpun semakin sulit dikontrol dan Suryapun merasa
Intanpun memiliki suatu hubungan khusus dengan teman kantornya.
“duh, kenapa selalu begini sih?
Aku ada masalah kamu juga bermasalah. Kadang aku mikir kapan tuhan bener-bener
ngasih waktu buat kita tanpa harus kita yang kesanya nyakitin mereka?
Kapaaaaan?” keluh Tije.
“Dari dulu juga kan aku udah
bilang, kita sama-sama ga nyaman sama pasangan kita. Aku nemuin kenyamanan di
kamu dan kamupun nemuin kenyamanan di aku. Kenapa ga disatuin aja sih?” ujar
Surya.
“Gabisa gitu, aku takut ngulang
kesalahan yang sama dihidup aku. dulu aku pernah mutusin orang Cuma karena aku
ngerasa nyaman sama orang lain tapi nyatanya aku yang bakalan nyesel. Aku gamau
keulang hal kayak gitu lagi. Yaudahlah biar waktu aja yang menjawab semuanya.”
Balas Tije.
“Yaudahlah aku juga gabisa maksain
ini, iya biar waktu aja yang menjawab semuanya.” Jawab Surya dengan pasrah.
Meskipun dalam kenyataanya mereka
sama-sama ga bisa memiliki seutuhnya, tetapi mereka tetap merasa yakin dengan
perasaan mereka. Tije merasa Surya adalah semangat hidupnya, dan Surya merasa
Tijelah benar-benar orang yang tepat untuknya.
Tetapi mereka semakin jarang
berkomunikasi, karena Dhani mengetahui kalu ternyata Tije dan Surya selama ini
masih berhubungan. Untuk menghidari masalah, Tije memilih untuk menenangkan
keadaan sambil melihat apakah kalau dia dan Surya benar-benar tidak berhubungan
perasaanya akan hilang atau tidak. Meskipun Surya sering menghubungi Tije
terlebih dahulu, Tije memilih untuk diam dan menghilang perlahan.
Setelah beberapa lama, Tije
menghubungi Surya.
“Heeeeey, apa kabar?”. SMS pun
terkiririm ke Surya
Tak lama kemudiaaaaaaaaan.......
Handphone Tije berdering dan Tije segara mengangkat karena itu adalah Telepon
dari Surya.
Surya : “Assalamualaikum, kamu
kemana aja tiba-tiba ngilang. Aku khawatir n mikirin kamu.”
Tije : “Waalaikumsallam, hehehe
aku ga kemana-kemana kok, ini aku ada disini. Kemarin aku ilang ya pingin aja,
aku juga kangen sama kamu makanya aku sms kamu tadi. Gimana kamu sama Intan?
Baik?”
Surya : “hmmm sama Intan? Belum
lama putus. Ternyata selama ini dugaan aku sama dia bener. Dia emang deket sama
temen kantornya dan Intanpun lebih milih orang itu daripada aku.”
Tije : “Ya ampuunn kok gitu,
padahal kan setau aku dia gamau kehilangan kamu banget. Eh taunya samanya toh
kayak kita hehehehe.”
Surya : “ya mau gimana lagi,
emang udah gini jalanya. Kamu sama Dhani baik?.”
Tije : “ya gitu deh flat-flat aja
aku mah, dia juga masih sama aja ga ada perubahan masih tetep mentingin
temenya.”
Surya : “Daaaaan kamu masih betah
sama hubungan yang kayka gitu?”
Surya masih berharap kalau dia
dan Tije bisa bersama secara utuh.
Tije : “ya sama aku juga, yaemang
gini mau diapain lagi, dan akupun ngerasa kalau aku mesti jadi orang yang bisa
ngontrol dia dari pengaruh-pengaruh ga baik itu. Kalau aku tinggalin, aku takut
hidup dia makin kusut.”
Surya : “oh jadi sekarang kamu
udah bener-bener perduli sama dia? Yaudah semoga dia bisa jadi lebih baik ya.
Kalau ada apa-apa cerita sama aku. jangan ilang-ilangan lagi. Aku mau lanjut
kerja ya, kamu baik-baik disana.”
Tije : “Siaaaap boooooos, nanti
aku cerita sama kamu kalo ada apa-apa. Semangat kerjanya ya kamu. Daaaaaaah.”
--------------------------------..6..-----------------------------------
Langganan:
Postingan (Atom)