What's up!

Minggu, 05 Mei 2013

100 MIMPI




Menuliskan 100 impian itu rasanyaaaaaaaa beban banget, bukanya karna ga punya impian sih, tapi berasa kayak orang yang ga punya kerjaan banget. . Apa lagi ini salah satu tugas kampus... hmmmmmm betapa kreatifnya dosenku iniiii.... T_T
Ok.. no problem lah ya, jalanin aja... insya allah mah ikhlas.... J dimulai dari yang deket-deket aja deh ya.... bismillah semoga dari semua impian yang bakal ditulis semoga 99% tercapai. . ammien...
1. MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BAIK
- Lebih memperdalam agama yang masih sangat amat kurang, ibadah tidak bolong-bolong, lebih sabar, dll.
2. SETIAP SEMESTER DIBERI KEMUDAHAN
- Di mudahkan segala tugas-tugas yang diberikan dosen dari mulai tugas yang gampang maupun yang susah sekaligus. Jangan ada hambatan apapun, mata kuliah grammar harus ngerti. Jangan bingung-bingung lagi mikirin tensees.
3. PENULISAN ILMIAH SUKSES
- Pembahasaan materi mudah di mengerti, dapat dosen pembimbing yang baik n care. Tidak dipersulit.
4. LULUS KULIAH TEPAT WAKTU
- Ga ada pengulangan-pengulangan, ga ada ngulur-ngulur waktu, ga ada nilai/IPK dibawah 3... semoga 3,5 keatas amieeeeen.... Dari penulisan skripsi sampai sidang ga ada hambatan apapun.
5. MENDAPATKAN PEKERJAAN YANG LAYAK
- Tempat kerja nyaman, atasan-atasan maupun partner kerja bisa diajak kerja sama dengan baik. Uang gaji layak untuk dibagi dua untuk ibu, layak ditabung buat biaya nikah, layak buat ditabung buat cicilan motor/mobil, layak untuk biaya shopping/ dll.
6. Setelah bekerja maksimal 1 tahun sudah mempunyai kendaraan sendiri.
7. Setelah bekerja 2 tahun sudah bisa menyicil/mempunyai rumah sendiri.
8. Mampu membiayai umrah ataupun haji ibu.
9. Mempunyai banyak kontrakan-kontarakan dan hasilnya diberikan untuk ibu.
10. Bermimpi bertambah tinggi badan atau bertubuh proporsional.
11. Mampu berbahasa inggris dengan lancar, tidak passive.
12. Bisa masak / menciptakan resep masakan baru.
13. Bisa membuat kue-kue yang nikmat dan banyak orang yang menyukainya.
14. Menjadi seorang sekretaris.
15. Bekerja di salah satu stasiun televisi.
16.  Ada tawaran dari pihak entertaint untuk casting suatu acara/film.
17. Menjadi artist/model Indonesia yang terkenal.
18. Menjadi presenter atau pembawa acara kuliner.
19. Menjadi presenter atau pembawa acara tentang perjalanan di dalam negeri maupun luar negeri.
20. Mampu membiayai sekolah adik sampai sukses.
21. Mempunyai usaha sendiri, seperti rumah makan/cafe/restaurant.
22. Menjadi seorang diver muda yang berprestasi.
23. Sampai kepuncak gunung rinjani.
24. Bisa bermain drum seperti Titi Syuman.
25. Mempunyai mobil pribadi. Yaris/Freed Putih.
26. Membantu saudara yang masih kekurangan.
27. Memberi/berbagi ke anak-anak yatim setiap bulan dari rezeki yang didapat.
28. Diberi kesempatan bertemu+berkenalan dengan Afgan Syahreza.
29. Bertemu Robbert Patinson.
30. Mendapatkan pendamping hidup yang baik
- Baik untuk dunia dan akhirat.  Yang mampu membahagiakan diri saya dan keluarga terutama ibu.
31.. Dilamar oleh seseorang dengan suasana yang romantis.
- Iringan lagu-lagu merdu, hiasan lilin kecil, dll.
 32. Mempunyai suami seorang ustad.
33. Mempunyai suami seorang angkatan militer/polisi.
34.  Mempunyai suami seorang artist.
35. Mempunyai suami seorang pengusaha yang sukses.
36. Acara resepsi pernikahan dengan tema garden party. Dengan nuansa yang soft.
37. Menjadi keluarga yang sakinah, mawadah,warohmah.
38. Bulan madu ke Bangkok/Thailand, Bali/Belitung.
39. Memiliki rumah sendiri yang nyaman, tidak terlalu mewah juga ga masalah. Cukup minimalis yang indah, nyaman, dan asri.,
40. Memiliki 2 orang anak.
41. Anak pertama berjenis kelamin laki-laki.
42. Anak kedua berjenis kelamin perempuan.
43. Menjadi istri dan ibu yang baik.
44. Diberi kesempatan untuk keliling Indonesia. Mudah-mudahan sampai keliling dunia.
45. Umrah/Pergi haji bersama suami.
46. Bisa membawa nama baik keluarga/mengangakat drajat keluarga dari yang sebelumnya. Agar Ibu,kakak, dan adik bangga.
47. Mempunyai anak-anak yang solih dan solihah.
48. Menjadikan anak seorang atlet taekwondo.
49. Menjadikan anak seorang drumer muda berprestasi.
50. Mempunyai sahabat-sahabat yang sangat baik dan setia.
51. Mempunyai koleksi lampu-lampu antik.
52. Mempunyai koleksi tas yang banyak.
53. Mempunyai koleksi sepatu-sepatu yang lucu.
54. Mempunyai anak kembar.
55. Mempunyai rumah singgah atau villa pribadi di Puncak/Bandung/Bali.
56. Tidak menjadi orang yang malas.
57. Menjadi orang yang lebih giat dan serius.
58. Membuat lapangan pekerjaan untuk orang lain.
59. Harus bisa mengontrol emiosi diri.
60. Tidak menjadi orang yang boros.
61.  Menjadi ibu yang disenangi oleh anak-anaknya.
62. Dapat memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk anak-anak kelak.
63. Menjadi istri yang solihah yang dibanggakan suami.
64. Diberikan umur panjang.
65. Diberikan keluarga yang harmonis.
66. Langgeng sampai kakek-nenek dengan suami.
67. Menyekolahkan anak sampai keluar negeri.
68. Diberikan kesempatan untuk menyaksikan atau menghadiri wisudaan anak-anaku kelak.
69. Diberikan kesempatan untuk melihat anak-anaku sukses.
70. Anak lelakiku kelak adalah seorang pilot.
71. Anak lelakiku kelak adalah seorang polisi yang gagah.
72. Anak perempuanku kelak adalah seorang dokter muda yang pintar.
73. Menikah hanya sekali seumur hidup.
74. Tidak ada kata perceraian dengan suamiku kelak.
75. Menyaksikan anak-anaku menikah.
76. Mendapatkan cucu-cucu yang pintar.
77. Pergi umrah/haji bersama suami,anak,dan menantu-menantuku.
78. Tidak lalai lagi mengerjakan sholat.
79. Membangun/mendirikan masjid dengan atau atas nama almarhum ayah.
80. Membangun taman baca quran untuk anak-anak disekitar rumah.
81. Membahagiakan ibu sampai akhir hayatnya.
82. Tidak lagi melakukan hal-hal yang buruk.
83. Dapat menggelar sajadah bersama suami disetiap harinya.
84. Menjadi seorang ibu yang penyabar.
85. Menjadi panutan untuk calon anak-anaku kelak.
86. Tidak lagi sensitif atau mudah terpancing emosi.
87. Mempunyai rumah diluar negeri.
88. Dapat merasakam atau melihat salju.
89. Pergi ke Universal Studio di singapore, Newyork, dll.
90. Pergi liburan ke Paris.
91. Sholat 5 waktu lancar.
92. Hatam quran disetiap bulanya.
93. Bisa melaksanakan sholat-sholat shunah lainya.
94. Bisa rutin melaksanakan sholat tahajud disetiap malam.
95.  Menjadi seorang ustadzah.
96. Lebih giat mendekatkan diri dengan Allah SWT.
97. Dilindungi segala kegiatan oleh Allah SWT
98. Diridhoi segala keninginan yang aingin dicapai oleh Allah SWT.
99. MAti dala, keadaan Khusnul khatimah.
100. SEMUA MIMPI-MIMPI DIATAS TERKABUL ! !

Jumat, 03 Mei 2013

Summary of The Secret


Nama              : Sintia Trijayanti
NPM                : 16611781
Kelas                : 2SA02



Chapter 1:  The Secret Revealed
This chapter is the intro to the book.  It introduces the
reader to several "experts" in the use of the Law of Attraction.
 Apparently everyone knew about his except for us.
 The premise of this chapter (and of the whole book) is that
your thoughts attract other similar thougths and circumstances,
therefore, your thoughts create your reality.  That is, if you
think you have bad luck you will have bad luch and more of it.
 The good thing is that the opposite is also true.
 Your thoughts send out a frequency to the universe and the
universe responds to that frequency by bringin to you more of the same.
 "Your thoughts become things".

Chapter 2:  The Secret Made Simple
The Law of Attraction is always there - just like the laws of gravity
and other physical laws of the universe.  Emotions are like
your gauge that tells you how you are feeling, and thinking.
 That is, even if you think that you are going to win the
lottery, if your gut tells you that the odds are against you, you will
not win.  That is, you have to believe, beyond any doubt that
you will win.  If you don't "feel" the confidence you are not
there with your thoughts.   You have to feel good to know that
you are in the right frequency required.  If you are feeling
bad, immediately make yourself feel good by listening to your favorite
music, feeling thankful for something you already have, or emmitting
the strongest of feelings - love.

Chapter 3:  How to Use the Secret
The Law of Attraction grants every wish you ask. There are 3 simple steps in the Creative Process: ASK, BELIEVE, AND RECEIVE. Believing is an important part becasue if you don't truly believe that you can get what you ask for, you won't emit the proper "frequency" to the universe. It takes no time and no effort for the universe to respond to what you ask for. Therefore, if you want money, it is just as easy for the Universe to give you 1 Million dollars as it is to give you 1 dollar. However, it is wise to test out the law by asking for something small at first and then go to the bigger items. This will build your confidence in your power as well.

Chapter 4:  Powerful Processes
Expectation is a powerful force. Therefore, expect what you want, not what you don't want. Gratitude is also a powerful force. By being grateful, you send out a more powerful signal to the universe. Visualization also serves this purpose. The universe will then return the reality as you saw it in your mind. This has been preached forever by past leaders. Make the Law of Attraction a habit, not just a onece-in-a-while thing. At the end of each day or at the beginning, or both, review what you did not like and immediately focus on how to make things better. This will change your frame of thinking and attract to you what you want.

Chapter 5:  The Secret to Money
The same principles apply to Money. Don't focus on lack of money or the many bills you get daily. Focus instead on wealth, and plenty of it. You have to believe you already have it and feel good about having it. You must tell yourself "I can afford that" instead of the popular "I can't afford that!". Also, give money in order to get money. By doing this you are telling the universe that you have plenty of money in your pocket. Therefore, you will attract more money. Also, visualize checks arriving in your mailbox, as opposed to bills. Be positive and proactive.


Chapter 6:  The Secret to Relationships
To attract relationships, make sure that your thoughts are positive on this subject. Also, make sure to align all other non-verbal communications. That is, your thoughts, words, actions, and surroundings. An example given in the book (of many) is to not park your car in the middle of your driveway. This tells potential partners that you don't have room for their car. Instead, part it to one side, thus allowing for the second vehicle :)
Treat yourself with Love and respect to attract the same. Love yourself first and the Law of Attraction will send you more love. Also, focus on your partner's strengths not their weaknesses. Appreciate the qualities of others. Be positive and believe in your power.

Chapter 7:  The Secret to Health
Patients get cured from believing that a pill will cure them. The placebo effect. That is, it's not the medicine itself, but the thought that the medicine is effective is what counts. To have good health, focus on good health. Laughter attracts joy, releases negativity and leads to miraculous cures. I guess laughter is the best medicine. Disease is a mental state that is fed by fear, and the constant reminder and talking about it. To prevent it or cure it, just turn your thoughts to positive outcomes and health and eternal youth. Do not listen to society'snegative messages about desease and aging. Avoid talking about disease or joining others when they discuss diseases.

Chapter 8:  The Secret to the World
If you resist something, you will actually attract it. To change this, go within yourself and emit a new signal with thoughts and feelings. Focus on trust, love, abundance, peace. Don't focus on the negativity of our present world. Life is meant to be abundant, and THERE IS ENOUGH FOR EVERYONE. Your thoughts and feelings will allow you to tap onto this unlimited supply. Praise and bless everything and everyone. This will allow you to align with the highest frequency available - LOVE.

Chapter 9:  The Secret to You
Everything is Energy - including you. Recall from Science class that "energy can neither be created nor destroyed, it can only be transformed". You are a magnet and can attract everything you want. The Universe emerges from thought. We are the creators of our destiny and of the Universe. You have an unlimited supply of ideas. We are all connected and we are all One. Always remember that what you want is only a thought away. Set yourself to the same frequency as what you want by focusing on it as if it were an absolute fact.

Chapter 10:  The Secret to Life
You are the teacher who writes on your blackboard. All you need to do is feel good now. Use your newly discovered power, and you will attract even more power. THE END.
http://thesecretforum.blogspot.com/2007_06_17_archive.html

Rabu, 23 Januari 2013

Sosial dan Budaya


Nama              : Sintia Trijayanti
NPM                : 16611781
Kelas                : 2SA02
Mata Kuliah    : Ilmu Sosial Dasar (Softskiil)

SOSIAL DAN BUDAYA
            Mempelajari Ilmu Sosial pada hakekatnya adalah mempelajari tentang manusia yang berinteraksi dengan manusia lainya dalam komunikasi kemasyarakatan dalam berbagai aspeknya. Manusia adalah makhluk istimewa, lain dari yang lain (hewan dan tumbuh-tumbuhan) walaupun keduanya kalau dilihat dari kebutuhan yang sama, yakni keduanya perlu makan untuk mempertahankan hidup dan melangsungkan keturunan, akan tetapi karena keistimewaan manusia itu pulalah yang memberikan corak yang berbeda, bahkan perbedaanya sangat khas sekali yaitu memunculkan apa yang dinamakan Budaya/Kebudayaan.
           
Untuk bisa memahami suatu masyarakat dapat dilihat dan ditelaah dari hasil budaya dan kebudayaanya, dan dari hasil budaya dan kebudayaan manusia (masyarakat) dapat dipelajari tentang bagaimana sesungguhnya kehidupan manusia (masyarakat) di suatu daerah, bangsa atau negara. Oleh karena itu kedua aspek antara Sosial dan Budaya saling berkaitan. Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya keduanya termasuk dalam bagian ilmu-ilmu sosial, dalam Ilmu Sosial kita berusaha mengetahui dan mengerti keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia, sedangkan dalam Ilmu Budaya kita mempelajari tentang manusia dengan lingkup budayanya.

A. Hubungan Kebudayaan dengan Manusia

Diantara sekian banyak makhluk ciptaan tuhan yang hidup di dunia ini, hanyalah manusia yang berkebudayaan atau memiliki kebudayaan, dan kebudayaan itu merupakan ciri yang spesifik dari umat manusia dibanding dengan makhluk lainya. Jadi kalau demikian kapankah lahirnya kebudayaan?
Kebudayaan lahir sejak lahirnya manusia, jadi bersamaan sama tuanya dengan lahirnya manusia. Kebudayaan itu lahir karena manusia mempunyai kebutuhan dalam hidupnya dan kebutuhan manusia itu selalu berubah-ubah sesuai dengan kondisi setempat, hal ini pulalah yang memberikan warna pada kebudayaan umat manusia. Kebutuhan itu tentu saja sesuai dengan tingkat keadaan sekitarnya, sehingga jelaslah sudah antara manusia dan kebudayaan itu tidak dapat dipisahkan. Karena didalam kelangsungan hidupnya manusia akan selalu membutuhkan hasil ciptaan kebudayaan dalam berbagai kebutuhan kehidupanya.
Pada dasarnya segala tindakan manusia itu sebagai akibat dari kebutuhan. Adapun kebutuhan manusia itu secara umum dapat kita bagi dalam 2 bagian besar, yaitu :
1. Kebutuhan Fisis, semua kebutuhan yang termasuk kedalam kebutuhan fisis ini merupakan suatu keharusan yang bersifat biologis, yang mau tidak mau harus dipenuhi (walaupun kita tidak dapat mengatakanya wajib). Sebagai contoh yaitu kebutuhan untuk memenuhi tuntutan perut (makan dan minum) dan kebutuhan untuk melangsungkan keturunan.
2. Kebutuhan physis, kebutuhan ini menyangkut kebutuhan kejiwaan/rohani :
a. Kebutuhan akan kasih sayang, perhatian, penghargaan, dari orang lain yang semuanya menyangkut dari perasaan (emosi)
b. Kebutuhan akan ketenangan, keamanan dan kebahagian serta kebutuhan akan jaminan kestabilan hidup moril dan materil.



B. Pengaruh Kebudayaan Manusia pada Tingkah Laku Perbuatan dalam Penciptaan Kebudayaan.

            Dalam pembahasan ini akan dibahas dan diuraikan antara pengaruh kebudayaan dengan tingkah laku manusia. Adapun pembahasaan itu akan diuraikan secara singkat dari berbagai segi atau aspek dari kebudayaan. Aspek-aspek yang akan dibahas antara lain :
1. Segi Bahasa ( language)
            Dalam membicarakan masalah kebudayaan, maka sudah pasti setiap bnagsa di sunia akan membicarakan bahasa. Karena kedudukan bahasa disamping sebagai salah satu aspek atau segi kebudayaan, maka bahasa itu merupakan dasar dari kebudayaan. Oleh karena itu membicarakan kebudayaan disini dibicarakan dalam  fungsi sosial (fungsi kemasyarakatan), fungsi sosial inilah yang sering kita katakan sebagai  fungsi penghubung. Bahasa ini pulalah yang membedakan atau ciri yang sangat khas yang membedakan manusia dengan hewan. Kebudayaan manusia tidak mungkin lahir dan terwujud tanpa adanya bahasa, karena untuk lahirnya suatu kebudayaan perlu adanya masyarakat yang di organisasikan dan terbentuk atau terciptanya suatu masyarakat kerna adanya penghubung (saluran) yaitu bahasa. Dalam kedudukanya sebagai salah satu aspek kebudayaan, bahsa merupakan alat untuk meneruskan tradisi-tradisi masyarakat dan untuk keperluan-keperluan lain, situasi masyarakat tertentu dapat pula digambarkan melalui bahasa.

2. Segi Ekonomi (economic)
            Salah satu segi atau aspek dari kebudayaan adalah kehidupan ekonomi, bahwa ekonomi adalah salah satu segi kehidupan yang sangat erat sekali hubunganya dengan segi-segi lain dari kebudayaan. Membicarakan ekonomi adalah rangka dari kebudayaan, adalah bagaimana kita biasa melihat dan memahami secara umum, bahwa segi ekonomi saling mempengaruhi dengan segi-segi kehidupan masyarakat lain. Kita mengetahui bahwa sejalk dahulu, umat manusia berjuang melawan tantangan alam untuk memperthankan hidup disamping memenuhi kebutuhan hidup dengan jalan mentransportasikan (mengolah) bahan-bahan mentah menjadi benda-benda atau alat-alat tertentu. Semuanya dimungkinkan dengan perkembangan ilu dan pengalaman-pengalaman yang diperoleh, dan atas dasar inilah manusia senantiasa melalui generasi ke generasi menaikan taraf hidupnya.

3. Segi Ilmu Pengetahuan (knowledge)
            Kebudayaan itu tumbuh dan berkembang karena manusia mempunyai kebutuhan dalam hidupnya, sebagaimana layaknya makhuk lain manusia memiliki ilmu pengetahuan dan manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengembangakan pengetahuanya secara terus-menerus dan secara sunguh-sungguh. Kenapa demikian, karena binatangpun mempunyai pengetahuan, namun pengetahuanya itu terbatas untuk melangsungkan hidupnya tetapi manusia mengembangakan pengetahuanya lebih dari sekedar memenuhi kebutuhan bagi kelangsungan hidup, manusia melahirkan hal-hal yang baru, manusia mengembangkan kebudayaan, manusia memberi makna pada hidupnya, manusia memanusiakan dirinya yang oada hakekatnya dapatlah disimpulkan bahwa itu dalam hidupnya mempunyai tujuan yang lebih tinggi. Berhubung dalam hidupnya manusia itu mempunyai tujuab tertentu yang lebih tinggi, maka disinilah peran ilmu pengetahuan dalam kerangka kebudayaan, ilmu pengetahuan yang dimilikinya dikembangkan yang berarti pula mengembangkan kebudayaan.

4. Segi Agama/Kepercayaan (religion)
            Membicarakan agama/kepercayaan disini, antara lain menyangkut peranan dan pengaruhnya bagi masyarakat, terhadap dasa-dasar etika, tata susila, hukum, adat, dsb. Religi dalam kehidupan masyarakat manusia merupakan salah satu segi yang menonjol dan mempunyai peranan penting, religi ini merupakan sumber utama bagi martabat golongan tertentu dimata masyarakat. Karean ini menyangkut dengan keyakinan para individu dan antara manusia dan penciptanya.

5. Segi Kesenian (art)
            Apabila kita mempernhatikan sejarah kebudayaan umat manusia, maka gejala-gejala tentang kesenian ini telah ada sejak zaman dahulu. Sejarah kesenian memberikan suatu pengetehuan tentang segala keindahan yang dihasilkan oleh budi manusia atau kesenian yang disusun secra historis. Melihat perkembanganya keseian sebagai bagian dari kebudayaan manusia, pada tiap atau pase sejarah kebudayaan selalu mengandung arti dan fungsi tertentu dan memberikan pengaruh tertentu, dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan melalui pendukung-pendukungnya. Kesenian sebagai aspek kebudayaan mempunyai “fungsi komunikasi” sebab kesenian merupakan alat untuk memanifestasikan emosi masyarakat, cita-cita, dan nolai-nilai masyarakat setempat yang disalurkan melalui gambaran, gerak-gerik (mimik). Bagi negara Indonesia, yang kaya suku bangsa dan berbagai ragam kesenian, sesungguhnya memberikan kesempatan untuk menunujukan identitas (ciri khas) bagi dunia luar akan kepribadian bangsa karena kesenian merupakan salah satu aspek yang khas dari kebudayaan secara keseluruhan.
6. Segi Politik (political)
            Membicarakan politik disini, maka maksudnya adalah dalam rangka penguraian aspek kebudayaan, dimana politis diartikan sebagai bagian dari organisasi sosial.

7. Segi Kekerabatan (familian)
            Manusia merupakan makhluk sosial (homo socius) yang berkebudayaan, oleh karnanya menunjukan pula pada kita bahwa didalam kehidupan dan menghidupkan manusia terdapat hubungan dan pengaruh yang timbal balik antara masyarakat, kebudayaan dan individu atupun kelompok. Ikatan kekerabatan/kekeluargaan merupakan nilai-nilai kemasyarakatan yang sangat efektif, ditinjau dari berbagai segi, baik itu segi sosial ekonomi, etika, pendidikan maupun religi. Kita dapat memahami bahwa melalui pendidikan dikeluarga timbul dan berkembang nilai-nilai akhlak yang tinggi.

~>  Dapat disimpulkan perkembangan manusia dan masyarakat, kebudayaan adalah sebagai hasil proses masyarakat. Dan budaya termasuk dalam ruang lingkup ilmu-ilmu sosial yang berusaha memberi arti pada penciptaan kebudayaan yang telah lalu dan selalu berkembang melau aspek bahasa,ekonomi,agama,seni,politik,dan ilmu pengetahuan. Karena keduanya lahir secara bersamaan maka antara sosial dan budaya itu terus saling berkaitan satu sama lain. Apabila ada perubahan sosial maka akan berpengaruh pada perubahan ataupun perkembangan terhadap budaya.
Sumber referensi :
Ilmu Sosial & Budaya Dasar
Pokok-pokok perkuliahan untuk mahasiswa
Pengarang       : H. Fri Suhara, SH., M.H
Penerbit          : Maharani Press
                          Bogor 

Minggu, 25 November 2012

Ilmu Sosial Dasar


Sintia Trijayanti
16611781
2 SA 02 – SoftSkill “Ilmu Sosial Dasar”
EMOSI
            Pada umumnya perbuatan kita sehari-hari disertai oleh perasaan-perasaan tertentu, yaitu perasaan senang atau tidak senang. Perasaan senang atau tidak senang yang selalu menyertai perbuatan kita sehari0hari disebut warna efektif, Warna efektif ini kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah atau samar-samar saja. Dalam hal warna efektif yang kuat, maka perasaan-perasaan menjadi mendalam, lebih luas, dan lebih terarah. Perasaan-perasaan seperti ini disebut Emosi.
            Perbedaan antara perasaan dan emosi tidak dapat dinyatakan dengan tegas, karena keduanya merupakan suatu kelangsungan kualitatif yang tidak jelas batasnya. Pada suatu saat tertentu, suatu warna efektif dapat dikatakan sebagai perasaan, tetapi dapat juga dikatakan sebagai emosi. Oleh karena itu, yang dimaksudkan dengan emosi di sini bukan terbatas pada emosi atu perasaan saja, tetapi meliputi setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai warna efektif, baik pda tingkat yang lemah maupun pada tingkat yang kuat.

Perubahan-perubahan pada tubuh pada saat terjadi emosi:
a. Reaksi elektris pada kulit : meningkat bila terpesona.
b. Peredaran darah : bertambah cepat bila marah.
c. Denyut jantung : bertambah cepat bila terkejut.
d. Pernafasan : bernafas panjang jika dalam keadaan kecewa.
e. Pupil mata : membesar bila sakit atau marah.
f. Liur : mengering kalau takut atau tegang.
g. Bulu roma : berdiri kalu takut.
h. Pencernaan : berkontraksi bila keadaan tegang.
i. Otot : Ketegangan dan ketakutan menyebabkan otot mengeras atau bergetar.
j. Komposisi darah : komposisi darah akan ikut berubah dalam keadaan emosional kerena kelenjar-kelenjar lebih aktif.
            
Beberapa macam emosi antara lain, takut, khawatir, cemburu,gembira, marah. Berikut adalah penjelasanya :

1. Takut
            Takut adalah perasaan yang sangat mendorong individu untuk menjauhi sesuatu dan sedapat mungkin menghindari kontak dengan hal yang bersangkutan. Bentuk ekstrim dari takut adalah takut yang pathologis, yang disebut fobia. Fobia adalah perasaan takut terhadap hal-hal tertentu yang demikian kuatnya, meskipun tidak ada alasan yang nyata. Rasa takut lain yang merupakan kelainan kajiwaan adalah kecemasan, yaitu rasa takut yang tak jelas sasaranya dan juga tidak jelas alasanya.

2. Khawatir
            Khawatir atau was-was adalah rasa takut yang tidak mempunyai objek yang jelas atau tidak ada objeknya sama sekali. Kekhawatiran menyebabkan rasa tidak senang, gelisah, tegang, tidak tenang, tidak aman. Kekhawatiran seseorang untuk melanggar norma masyarakat adalah suatu bentuk kekhawatiran yang umum pada tiap-tiap orang. Kekhawatiran ini justru positif karena seseorang selalu bersikap hati-hati dan berusaha menyesuaikan diri dengan norma masyarakat.

3. Cemburu
            Kecemburuan adalah bentuk khusus dari kekhawatiran yang didasari oleh kurang adanya keyakinan terhadap diri sendiri dan ketakutan akan kehilangan kasih sayang dari seseorang. Seseorang yang cemburu selalu mempunyai sikap benci terhadap sainganya.

4. Gembira
            Gembira adalah ekspresi dari kelegaan, yaitu perasaan terbebas dari ketegangan. Biasanya kegembiraan itu disebabkan oleh hal-hal yang bersifat tiba-tiba (surprise) dan kegembiraan biasanya bersifat sosial, yaitu melibatkan orang lain di sekitar orang yang sedang gembira tersebut.

5. Marah
            Sumber utama dari kemarahan adalah hal-hal yang menganggu aktivitas untuk mencapai tujuanya. Dengan demikian, ketegangan yang terjadi dalam aktivitas itu tidak mereda, bahkan bertambah. Untuk menyalurkan ketegangan-ketegangan itu individu yang bersangkutan menjadi marah.



TEMPRAMEN DAN WATAK

            Tempramen adalah sifat-sifat yang berhubungan dengan Emosi. Misalnya pemarah, penyabar, periang, pemurung, dan sebagainya. Sifat-sifat emosional adalah bawaan (warisan/turunan), sehingga bersifat permanen dan tipis kemungkinan untuk dapat berubah. Tempramen selalu menunjukan hubungan/perpaduan yang erat antara rohaniah dengan jasmaniah. Seseorang yang ememiliki tempramen tinggi adalaj seseorang yang mudah emosi (naik darah/marah) diiringi dengan gerakan-gerakan tangan, kaki, mata, mulut, serta raut muka marah, pucat dan sebagainya. Sedangkan orang yang penyabar dengan wajah tenang serta berbicara lambat serta irama yang mantap.

            Watak (karakter,tabiat) adalah sifat-sifat yang berhubungan dengan nilai-nilai, misalnya jujur, pembohong, rajin, pemalas, pembersih, penjorok, dan sebaginya. Sifat-sifat itu bukan bawaan lahir, tetapi diperoleh setelah lahir, yaitu hasil dari kebiasaan sejak kecil, atau sebagai hasil dari pengaruh pendidikan/lingkungan sejak kecil. Sifat-sifat seperti ini terbentuk terutama pada masa-masa anak-anak sampai umur balita, dan berkembang terus hingga masa remaja.  Dari Tempramen dan watak inilah yang akhirnya membentuk suatu kepribadian individu.

            Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda, namun dalam beberapa hal mungkin memiliki persamaan. Orang yang berasal dari satu keluarga biasanya memiliki persamaan dalam kepribadianya, demikian pula dengan orang yang satu suku atau satu ras akan memiliki persamaan dalam kepribadianya. Dengan kata lain, setiap keluarga, suku, atau bangsa memiliki ciri-ciri khas dari kepribadianya yang dapat membedakan mereka dari suku atau bangsa lainya.

            Pengaruh kebudayaan besar sekali terhadap perkembangan Emosi. Karena dalam tiap-tiap kebudayaan diajarkan cara menyatakan emosi yang konvensional dan khas dalam kebudayaan yang bersangkutan, ekspresi emosi hanya dapat dimengerti oleh orang lain dalam kebudayaan yang sama.

            Kepribadian seseorang adakalanya menarik hati orang lain, tetapi adakalanya tercela. Ini yang dimaksud dengan adanya Emosi Negatif dan Emosi Positif.

-          Emosi negatif menghasilkan permasalahan yang mengganggu individu maupun masyarakat. Biasanya, orang menekankan pada emosi yang negatif. Anda cenderung untuk lebih memperhatikan emosi-emosi yang bernilai negatif. Misalnya sedih, marah, cemas, tersinggung, benci, jijik, muak, prasangka, takut, curiga dan sejenisnya. Mereka yang mudah tersinggung, gampang marah-marah, dan berprasangka tidak akan disukai masyarakat. Mereka yang mengalaminya pun tidak akan merasakan sejahtera dalam hidupnya

-          Emosi positif, misalnya rajin, penyabar, pemurah, peramah dan sebagainya. Orang yang memiliki banyak emosi positif dan kurang memiliki emosi negatif biasanya merupakan orang-orang yang berbahagia atau sejahtera dalam hidupnya. Sedangkan mereka yang lebih banyak memiliki emosi negatif hidupnya kurang sejahtera. Selain oleh emosi, perasaan sejahtera juga ditentukan oleh kepuasan hidup. Jika seseorang merasa bahwa hidupnya secara keseluruhan memuaskan, maka ia akan mengalami sejahtera (kehidupan yang berbahagia). Singkatnya, seseorang yang memiliki derajat tinggi akan perasaan sejahtera adalah ia yang puas terhadap hidupnya, banyak mengalami emosi yang positif dan kurang mengalami emosi yang negatif.


PENGENDALIAN EMOSI
Emosi sangat memegang peranan penting dalam kehidupan individu, akan memberi warna kepada kepribadian, aktivitas serta penampilannya dan juga akan mempengaruhi kesejahteraan dan kesehatan mentalnya. Agar kesejahteraan dan kesehatan mental ini tetap terjaga, maka individu perlu melakukan beberapa usaha untuk mengendalikan emosi. Dibawah ini akan di jelaskan beberapa cara untuk pengendalian emosi :

1. Bangkitkan rasa humor. Yang dimaksud rasa humor disini adalah rasa senang, rasa gembira, rasa optimisme. Seseorang yang memiliki rasa humor tidak akan mudah putus asa, ia akan bisa tertawa meskipun sedang menghadapi kesulitan.

2. Peliharalah selalu emosi-emosi yang positif, jauhkanlah emosi negatif. Dengan selalu mengusahakan munculnya emosi positif, maka sedikit sekali kemungkinan individu akan mengalami emosi negatif. Kalaupun ia menghayati emosi negatif, tetapi diusahakan yang intensitasnya rendah, sehingga masih bernilai positif.

3. Senatiasa berorientasi kepada kenyataan. Kehidupan individu memiliki titik tolak dan sasaran yang akan dicapai. Agar tidak bersifat negatif, sebaiknya individu selalu bertolak dari kenyataan, apa yang dimiliki dan bisa dikerjakan, dan ditujukan kepada pencapaian sesuatu tujuan yang nyata juga.

4. Kurangi dan hilangkan emosi yang negatif. Apabila individu telah terlanjur menghadapi emosi yang negatif, segeralah berupaya untuk mengurangi dan menghilangkan emosi-emosi tersebut. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui: pemahaman akan apa yang menimbulkan emosi tersebut, pengembangan pola-pola tindakan atau respons emosional, mengadakan pencurahan perasaan, dan pengikisan akan emosi-emosi yang kuat.

5. Waktu rasa marahmu terpancing, pertama yang harus dilakukan adalah DIAM. Jangan biarkan mulutmu mengeluarkan suara bahkan kata-kata yang tidak karuan atau tidak sopan, kemungkinan hal ini terjadi secara reflex, tapi sebenarnya masih bisa di kontrol atau di kendalikan.

6. Ambil nafas panjang dari hidung, tahan selama 10 detik, lalu buang lewat mulut. Kenapa? Karena waktu marah, darah mengalir ke atas, tapi waktu kita ambil nafas, oksigen masuk ke ruang otak yang membuat kita menjadi lebih rileks atau tenang. Ketika diri kita sudah agak tenang, otomatis otak bisa berpikir dengan jernih. Karena kebanyakan emosi membawa kita kepada hal-hal 'nonsense' yang kita lakukan, yang nantinya akan kita sesali. Ingatkan diri sendiri, manusia yang tak bisa mengontrol emosi itu orang yang lemah. Pikirkan hal-hal yang sebaliknya, meskipun sepertinya tak ada, pikirkan hal-hal yang baik. Dengar musik favorit, lakukan hal yang menyenangkan.


MANFAAT MENGENDALIKAN EMOSI
Orang-orang yang terlatih mengendalikan emosi umumnya tidak pernah panik dalam menghadapi situasi apapun. Emosi yang terkendali dengan baik, dapat meningkatkan rasa percaya diri anda. Dengan emosi yang terjaga, anda lebih mudah melakukan tugas apapun dengan lebih baik.

Perlu anda ketahui, emosi yang berlebihan akan menguras nyaris seluruh energi anda, lebih dari kegiatan fisik yang anda lakukan. Karena emosi umumnya membuat pikiran anda meledak-ledak dan tanpa disadari membuat gerakan anda tak terkendali. Nah emosi yang terkendali akan menghemat energi anda. Sehingga anda tidak mudah lelah dan selalu siap dengan aktivitas sehari-hari.

Hal yang sangat menguntungkan, jika anda pandai mengelola dan mengendalikan emosi, anda akan lebih sehat baik fisik maupun mental. Coba aja lihat, orang-orang yang sering dilanda emosi banyak dihinggapi penyakit. Selain penyakit mental seperti stres dan depresi, mereka juga dijangkiti penyakit fisik yang cukup berat seperti hipertensi, alergi, maag, migrain, dll. Nah kalau anda terlatih mengendalikan emosi, stres dan segala macam penyakit ini akan menjauh dari kehidupan anda. Pikiran dan fisik anda pun lebih sehat. Dengan segala keuntungan mengendalikan emosi, dengan sendirinya akan melancarkan segala aktivitas anda. Baik aktivitas pribadi maupun karir.

Sumber:
-          PSIKOLOGI UMUM/Drs.H.Ahmad Fauzi;Editor: Drs. Maman Abd. Djaliel—Ed. Rev., Cet. III, Bandung:Pustaka Setia,2004.
-          Nana Syaodih Sukmadinata. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya.
-          hujangede.blogspot.com