What's up!

Senin, 02 Juli 2012

Saya baru tahu, ternyata Jakarta punya hutan yang indah :)

Hal yang tegambarkan dipikiran saya tentang Jakarta adalah sebuah Ibu Kota yang padat, penuh sesak dengan gedung-gedung, kendaraan, panas, banyak polusi udara, dan kali-kali yang kotor karena limbah. Tetapi ternyata Jakarta masih punya hutan yang masih terjaga dan sangat menarik perhatian saya. saya pikir, hal seperti ini tidak bisa kita temukan di kota metropolitan. Ternyata di Jakarta derah Utara kita bisa menemukan sebuah Hutan Mangrove atau Hutan Bakau. Hutan mangrove dinamakan Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA). Selain terdapat burung Mangrove, disini juga terdapat kera-kera ekor panjang. Tetapi untuk masuk atau berkunjung ke Hutan Magrove kita harus izin terlebihdahulu ke Department Kehutanan  Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam - Balai Konservasi Sumber daya Alam DKI Jakarta - Jalan salemba Raya No.9 Jakarta Pusat.
















Tetapi selain Hutan atau Suaka Margasatwa ini ternyata memang sudah ada juga yang dijadikan sebagai tempat objek wisatanya, yaitu Taman Wisata Alam Angke kapuk, biasa juga disebut dengan Mangrove Resort Kapuk. Banyak hal yang bisa kita lakukan disini. Dari mulai berjalan kaki mengelilingi kawasan hutan Mangrove dengan pemandangan pohon bakau, menikmati berbagai wisata air seperti bersampan ria menyusuri hutan, dan masih banyak lagi fasilitas-faisilitas yang terdapat di tempat wisata ini. Tersedia cafe dan restaurant, kawasan outbond, tempat perkemahan, dll.












Setelah melihat foto-foto ini, saya jadi tertarik ingin pergi kesana. Mungkin ini akan masuk dalam daftar liburanku tahun ini. Semoga tersampaikan dan siapa tau kita bertemu disana. Silahkan mencoba :)












Gunung Salak Bogor



Gunung Salak ini ternyata banyak menuai kontrofersi atau mitos-mitos aneh. Sebagai masyarakat Bogor, timbul rasa penasaran dalam diri saya. Memang ada apa sebenarnya di Gunung Salak ini? sampai-sampai saya menemukan gambar seperti ini.


Sangat disayangkan sekali sebenarnya sampai-sampai ada gambar seperti ini. Hanya karana banyak berita tentang terjadinya kecelakaan-kecelakaan yang terjadi di Gunung Salak, banyak orang yang menganggap Gunung Salak ini sebagai tempat yang Mistis bahkan tempat angker yang dapat merenggut nyawa orang yang mendaki ataupun melewati daerah tersebut lewat jalur udara. Padahal menurut saya, tidak sepenuhnya segala kecakaan yang terjadi itu memang karna Gunung Salak. Karena maut tidak ada yang mengetahui selain Allah SWT. Jadi sebaiknya kita jangan menyalah gunakan Mitos ataupu sejarah tentang tempat tersebut. Mungkin pula karena beberapa faktor, yaitu : Kurang siapnya segala persiapan, cuaca, ataupun belum tahu pasti tentang daerah atau rute di daerah Gunung Salak tersebut. Karena banyaknya rute ataupun jalan yang bercabang yang membuat para pendaki tersasar. Dan setiap tempat pasti memang mempunyai sejarah atupun cerita mitos tersendiri, bukan hanya Gunung salak saja.

Beberapa info yang saya dapatkan mengenai Gunung Salak :
Gunung Salak, lokasi jatuhnya Pesawat Sukhoi Superjet-100, dikenal sebagai tempat penuh mitos, misteri, dan legenda. Apa yang menyebabkan tujuan wisata alam ini dianggap demikian?
Bagi masyarakat Sunda yang tinggal di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Gunung Salak memiliki makna tersendiri. Gunung ini diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai tempat bersemayam dan turunnya para batara atau dewa dari kahyangan. Untuk itu, masyarakat Sunda klasik sering menyebut gunung ini sebagai kabuyutan. Peran gunung sebagai kabuyut dapat dilihat dari cerita-cerita rakyat dan tuturan para pini sepuh.
Oleh masyarakat adat yang tinggal di Desa Giri Jaya,  Gunung Salak merupakan kawasan yang penting karena menjadi asal usul daerah dan kehidupan mereka. Gunung Salak juga menyimpan banyak misteri kehidupan, di mana masyarakat meyakini bahwa siapa saja yang dapat menemukan atau mengerti rahasia di dalamnya akan menjadi manusia arif.
Pendapat mereka didasarkan atas tafsiran mengenai asal kata "Salak" yang menjadi nama gunung ini. Menurut masyarakat setempat, nama "Salak" berasal dari "Siloka" dan "Salaka" yang berarti "simbol atau tanda dan juga asal-usul".
Masyarakat adat ini setiap tahunnya sering menggelar acara-acara seremonial tradisi, seperti seren taun, muludan, dan lain-lain. Ritual digelar di Gunung Salak karena gunung ini sangat dihormat oleh masyarakat setempat.
Gunung Salak juga dikenal sebagai destinasi wisata pendakian oleh para wisatawan pencinta alam. Gunung ini memang tidak setinggi Gunung Gede-Pangrango yang juga ada di Jawa Barat. Namun karena mitos dan keangkerannya, gunung ini menjadi sulit untuk didaki.
Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur, yakni jalur Wana Wisata Cangkuang Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, Wana Wisata Curug Pilung, Cimelati, Pasir Rengit, dan Ciawi. Belum lagi jalur-jalur tidak resmi yang dibuka para pendaki ataupun masyarakat sekitar.
Banyaknya jalur menuju puncak Gunung Salak dan saling bersimpangan tentu membingungkan para pendaki. Banyak di antaranya yang kemudian tersasar dan menghilang.
Banyak jalur pendakian, maka banyak pula mitos atau kisah yang menyelimuti Gunung Salak. Selain itu, kawasan ini juga dianggap suci oleh masyarakat Sunda wiwitan karena dianggap sebagai tempat terakhir kemunculan Prabu Siliwangi.
Banyak pendaki mengaku mendengar gamelan atau melihat penampakan saat mendaki Gunung Salak. Karena itu, disarankan untuk tidak mengucapkan kata-kata kotor atau kasar selama perjalanan untuk menghindari gangguan mahluk halus yang menjadi penunggu, menurut kepercayaan penduduk setempat.
Tidak sedikit pendaki yang ditemukan tewas di Gunung Salak, termasuk beberapa pesawat lain sebelum Sukhoi Superjet-100. Dan Mungkin inilah yang membuat suasana Gunung Salak terasa angker.

MUSEUM MOBIL DAN MOTOR SENTUL

Merupakan Daya Tarik Wisata yang terletak dikawasan Sirkuit Sentul Kecamatan Babakan madang. Bagi penggemar mobil dan juga barang keramik antik dapat menyaksikan atau melihat mobil, motor dan barang keramik antik. Dimusium ini terdapat mobil dan motor antik seperti mobil merek AUSTIN buatan Inggris tahun 1933 dan mobil yang pernah digunakan sang Proklamator Presiden RI pertama yaitu merek PACARD CUSTOM 2206 buatan Amerika tahun 1948 dan lain-lainnya.
Pelayanan Tiket (HTM) :
1. Rp. 6.000,- untuk hari biasa (week day)
2. Rp. 7.000,- untuk hari libur (week end)
Arah menuju tempat :
Apabila anda dari arah Jakarta, silahkan anda melalui TOL JAGORAWI lalu masuk pintu TOL SENTUL, babakan madang-Bogor.

Senin, 18 Juni 2012

BOGOR NIRWANA RESIDENCE - THE JUNGLE



THE JUNGLE




Ada sebuah water adventure atau tempat wisata air yang menawarkan aneka permainan seru yang dapat dinikmati bersama anggota keluarga. Namanya adalah The Jungle, yang terletak di perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR) di kota Bogor. Dinamakan The Jungle, karena nuansa yang ingin diciptakan adalah seperti kembali ke alam, bahkan seakan-akan berada di tengah hutan. Disini kita dapat bersantai, bermain dan sekaligus sebagai sarana edukasi.

Untuk mencapai The Jungle, kita hanya perlu mencari lokasi perumahan Bogor Nirwana Residence yang terletak di Jl. Dreded, Bogor. Sesampai di kawasan perumahan, Anda tinggal mengikuti papan petunjuk arah sampai ke lokasi The Jungle. Sangat disarankan untuk datang di luar weekend (Sabtu/Minggu) atau hari libur, karena tempat ini akan luar biasa padat pada hari tersebut, dan akhirnya Anda hanya melihat lautan manusia ketimbang lautan air.

Namun, Jika menggunakan kendaraan umum, dari depan komplek Bogor Nirwana Residence, disediakan shuttle bus gratis yang mengantarkan dari depan komplek sampai ke lokasi The Jungle.

Tiket masuk sebesar Rp 30.000 untuk hari biasa dan Rp 50.000 untuk Weekend & hari libur. Anak-anak dihitung sama dengan dewasa. Saat membeli tiket, Anda akan diminta mendeposit Rp 20.000 untuk jaminan uang elektronik (smart tag) dalam kemasan tahan air, yang nantinya dapat diisi uang untuk transaksi di lokasi wisata ini. Jadi Anda hanya perlu mengisi ke kasir sejumlah uang yang kira-kira Anda butuhkan kemudian simpan dompet Anda di loker, dan Anda dapat bebas bermain & berbelanja tanpa perlu repot-report membawa dompet Anda. Praktis kan. Dan untuk menikmati beberapa wahana, kita juga perlu menyewa ban seharga Rp 10.000 untuk yang single dan Rp 15.000 untuk yang dapat dipakai berdua.

Di dalam The Jungle, Anda dapat menikmati berbagai wahana antara lain :
 Fountain Futsal : Disini Anda dapat bermain futsal di lapangan yang akan menyemburkan air dari lubang-lubang di bawahnya. Tapi mereka tidak menyediakan bola, jadi persiapkan bola Anda dari rumah.
 Kiddy Pool : Terdapat dua buah kolam anak-anak, yang didalamnya terdapat aneka permainan seperti : mini slider, water bucket, water canon dan jungkat-jungkit. Anak-anak dijamin senang bermain air di wahana ini.
 Lazy River : Kolam arus yang akan membawa kita berkeliling area seakan mengarungi sungai di hutan Arizona yang berliku-liku. Untuk menikmati wahana ini, kita perlu menyewa ban.
 Giant Aquarium : Aquarium raksasa berisi aneka ikan air tawar dari berbagai penjuru dunia, di antaranya adalah : Kapiat Albino, Tiger fish, Long fish, Gulsom, Lohan. Kita dapat melihat aquarium ini saat mengarungi lazy river.
 Bird Park : Taman ini menampilkan aneka burung seperti kakatua, garuda, rajawali, merak dan jenis lainnya. Lengkap dengan informasi negara asalnya dan makanannya.
 Leisure Pool : Kolam untuk orang dewasa yang berukuran tidak terlalu besar, tapi disana terdapat water massage, jadi Anda dapat duduk santai sambil dipijat oleh semprotan air dari tempat duduk, wah..uenak..uenak… Disini juga terdapat net untuk volley air.
 Race Slide : Empat jalur luncuran yang dapat digunakan untuk balapan meluncur ke bawah. Bisa dengan posisi duduk, atau tengkurap (menggunakan karpet khusus yang dapat dipinjam gratis)
 Spiral Slide & Tube Slide : Ini adalah permainan andalan dari The Jungle, yaitu luncuran dari ketinggian 12 m, yang akan mengajak kita berputar-putar sebelum jatuh ke kolam. Bedanya spiral slide memiliki atap terbuka sehingga dapat melihat pemandangan di luar, sedangkan tube slide tertutup sama sekali. Untuk menikmati wahana ini, Anda perlu menyewa ban.

Jika Anda pergi berombongan, Anda dapat menyewa cabana, yaitu seperti saung sehingga dapat ber-istirahat dan meletakkan barang-barang dengan lebih nyaman dan aman. Harga sewa cabana adalah Rp 50.000 di weekday dan Rp 90.000 di weekend. Untuk locker dapat disewa seharga Rp 5.000 per tutup buka, jadi kalau ada barang ketinggalan yang mau diambil, terpaksa bayar Rp 5.000 lagi.

Masih di kawasan The Jungle, Anda juga dapat menikmati hiburan lainnya seperti :
 4D Cinema : Film animasi yang diputar di Sinema 4D ini akan membuat Anda seolah-olah masuk ke dalam film tersebut, dengan kursi yang bisa ikut bergerak, semburan air, dll. Sama seperti yang ada di Dunia Fantasi Ancol. Tiket masuknya adalah Rp 30.000 di weekday dan Rp 40.000 di weekend.
 Dry Park : Arena bermain anak-anak seperti mandi bola, ayunan, dan permainan lain untuk syaraf motorik balita. Tiket masuknya Rp 5.000 untuk weekday maupun weekend.
 Rumah Hantu : Terletak di tempat parkir (basement), rumah hantu ini menawarkan lorong-lorong dan suasana horor dengan beberapa boneka mekanik yang siap menakuti pengunjung. Harga tiket masuknya adalah Rp 15.000
 Pertokoan : Kaum ibu pasti senang melihat2 aneka pakaian dan pernak-pernik yang dijual di kawasan pertokoan
 Time Zone
 Penangkaran kijang dan penangkaran unggas : Terletak di luar The Jungle, tapi masih dalam kompleks perumahan BNR.

KOTA BOGOR


KOTA BOGOR
Bogor dikenal dengan kota Ilmu Pengetahuan, karena disini kita menjumpai banyak perguruan tinggi ternama seperti IPB, Universitas Pakuan, UIK dan banyak lagi sekolah-sekolah kejuruan yang dikenal baik. Bahkan disini kita akan menjumpai banyak Institusi/ Lembaga Penelitian Ilmiah seperti: CIFOR dan Balai Penelitian Karet juga museum-museum yang banyak dikunjungi sepanjang tahun seperti: Museum Zoologi, Museum Etnobotani dan masih banyak lainnya.
Kesan lain sebagai kota jasa, kita dengan mudah menjumpai pusat-pusat perbelanjaan yang nyaman di Kota Bogor seperti: Eka Lokasari Plaza, Bogor Trade Mall dan Jambu Dua Mall. Tak kalah indahnya, kita masih bisa menikmati indahnya  alam di kebun yang luas yaitu Kebun Raya Bogor dan  sejuknya beberapa ruas jalan kota yang dinaungi pohon-pohon rindang, seperti ruas jalan Ahmad Yani dan ruas jalan Dr. Semeru.
Untuk mengetahui detail dari masing-masing objek wisata yang bisa dinikmati di Kota Bogor, klik link detail dari daftar nama objek wisata beikut:

Istana Bogor memiliki luas are
Bogor memiliki banyak objek wisata yang menarik. Mengunjungi kota Bogor memiliki berbagai kesan yang mendalam, serasa mengunjungi kota masa lampau karena ada banyak peninggalan masa lalu, seperti: prasasti BatuTulis dan gedung-gedung peninggalan-peninggalan zaman penjajahan Belanda dulu.
Juga terkesan mengunjungi al 28 Ha, didirikan pada tahun 1745 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda bernama Baron Gustaf Willem Van Imhof.

Kebun Raya Bogor didirikan pada tahun 1817 dengan luas areal 87 Ha atas prakarsa Prof. Dr. Reinwadt, seorang ahli botani dari Jerman. Koleksi di Kebun Raya Bogor terdiri dari tanaman tropis dengan jenis tanaman lebih dari 20.000 tanaman yang tergolong dalam 6.000 spesies. Berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda No. 13 Telp. (0251) 311362.
Museum Etnobotani diresmikan pada tahun 1982 oleh Prof. DR. BJ. Habibie. Didalamnya terdapat 2.000 artefak etnobotani dan berbagai diorama pemanfaatan flora. Berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda no. 24 Telp. (0251) 322035.

Museum Zoologi Tampak Depan Museum Zoologi didirikan pada tahun 1894 dengan nama Museum Zoologicum Bogoriensis. Mempunyai koleksi ribuan species binatang mamalia, serangga, reptillia, burung, ikan dan molluska. Lokasi terletak di Jl. Ir. H . Juanda no.09 Telp. (0251) 322226.

Museum Tanah Tampak Depan Museum Tanah didirikan pada tanggal 29 September 1988. Museum ini merupakan tempat penyimpanan jenis contoh tanah yang terdapat di Indonesia yang disajikan dalam ukuran Kecil berupa makromonolit.Berlokasi di Jl. Ir H. Juanda no. 98 Telp. (0251)32301.

Plaza Kapten Muslihat Dikenal dengan sebutan Taman Topi karena bangunan-bangunan yang terdapat disana berbentuk topi. Untuk tarif masuk Taman Topi,  Basiran mengatakan, tarif masuk sebesar Rp5000,- sedangkan tarif parkir Rp2000,- “Tarif ini seperti hari biasa. Jadi, tidak ada kenaikan, “ katanya

Beberapa fasilitas hiburan dipersiapkan pengelola Taman Topi, mulai kursi taman hingga persiapan kebersihan.  Sedangkan  fasilitas hiburan yang ditawarkan di antaranya permainan boom car, monorel, flying fox, perahu air hingga parade musik dan band lokal. “ Kita juga mendatangkan bintang tamu band lokal dan musik dangdut untuk menghibur pengunjung,” katanya.

Sementara itu ojek wisata lainnya yang menjadi favorit masyarakat KRB dan The Jungle,  selama liburan lebaran warga mendatangi kedua objek wisata di Kota Bogor ini. Membludaknya pengunjung terlihat kendaraan pengunjung yang diparkir didua lokasi tersebut.


Situ Gede Kawasan Situ Gede merupakan suatu kawasan yang masih bernuansa alam pedesaan. Air Danau yang membentang lebar dengan latar hutan rindang dilengkapi dengan wisata air. Terletak di desa Situ Gede Kec. Bogor Barat dekat Lembaga Penelitian Hutan Tropis.

Museum peta Didirikan pada tahun 1996 oleh Yayasan Perjuangan Yanah Air, dan diresmikan oleh H. M. Soeharto (Presiden RI ke II).Didalamnya memuat 14 Diorama sebagai salah satu bentuk perwujudan dalam perjalanan proses pergerakan kebangsaan terjadi ketika pada tanggal 3 Oktober 1943 bertempat dibekas Kesatriaan tentara KNIL / Belanda, Pabaton Bogor.
Museum Perjuangan Museum perjuangan didirikan pada tahun 1957 sebagai tempat penyimpanan macam-macam senapan yang digunakan para perjuang kemerdekaan dan terdapat koleksi senapan yang merupakan hasil rampasan dari tentara jepang dan inggris

Rancamaya Dilokasi Wisata olah raga ini bukan hanya keindahannya saja, tetapi tentunya juga udara segar dan sehat.

Prasasti Batu Tulis Batu bertulis ini dibuat semasa pemerintahan Surawisesa (tahun 1521 s/d 1535) satu diantara putra dari Prabu Siliwangi Raja Pajajaran. Di komplek Batutulis 54 terdapat 15 buah batu terasit yang terdiri dari 6 buah batu didalam Cungkup.

Gedung Bakorwil Gedung Bakorwil didirikan pada sekitar abad XIX denagn fungsi sebagai Kepresidenan Hindia Belanda. Gedung ini memiliki bentuk bangunan Kolonial Belanda.

Balaikota Gedung Balaikota Bogor berdiri pada tahun 1950 dengan nama Societeit, bentuk bangunan gaya Kolonial Belanda. Gedung Balaikota telah mengalami renovasi dan penggabungan gaya arsitektur Sunda dan Eropa. Sekarang gedung ini berfungsi sebagai Kantor Pemerintah Kota Bogor.
Mesjid Raya Bogor Mesjid Raya Bogor dibangun pada tahun 1970 selesai tahun 1979 dengan arsitek FX. Silaban dilengkapi dengan gedung Pusat Pengembangan dan Pengkajian Islam Bogor dilengkapi denagn sarana perpustakaan umum.

Hotel SalakHotel Salak didirikan pada tahun 1870-1880 denagn nama Hotel Dibbest. Gedung ini telah mengalami renovasi dan berubah menjadi Hotel Salak. Adapun bentuk bangunannya bergaya Kolonial.

Gedung Gereja KathedralGereja Katedhral didirikan pada tahun 1750 dengan gaya Gereja Katolik Roma, berfungsi sebagai tempat peribadatan agama Katolik. Gereja ini memiliki gaya Eropa.


KLENTENG HOK TEK BIO
Klenteng Hok Tek BioKlenteng Hok Tek Bio didirikan pada tahun 1672 dan berfungsi sebagai tempat peribadatan pemeluk agama Konghucu. Klenteng ini merupakan Klenteng pertama di Bogor dan memliki bentuk bangunan bergaya khas China.
Makam Raden SalehRaden Saleh Syarif Bustaman adalah pelukis Indonesia modern. Lahir di Terboyo, Semarang pada tahun 1880 dan dimakamkan di Kota Bogor, tepatnya di jalan Pahlawan. Hasil karyanya sangat terkenal ke mancanegara, satu adalah lukisan berbulu singa.

Mesjid Empang

Masjid EmpangMesjid Empang (Mesjid An-Nur Tauhid) berdiri tahun 1815, mempunyai fungsi sebagai tempat peribadatan. Mesjid ini memiliki bentuk bangunan gaya timur tengah

Stasiun bogor Stasiun Kereta Api Bogor berdiri Tahun 1881. Gedung ini memiliki bentuk bangunan khas Kolonial Belanda.




Ancol Beach City



Ancol Beach City

Ancol Beach City terletak secara strategis di Utara kota Jakarta di dalam pusat rekreasi ternama, Taman Impian Jaya Ancol. Di area Pantai Carnaval.
Ancol Beach City hanya beberapa menit dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta Jakarta dan mudah diakses dengan taksi atau angkutan umum lainya.
Ancol Beach City menyediakan 77 unit pusat makanan, 42 unit pertokoan, supermarket, pusat permainan anak-anak, 2 ruang multi fungsi dan 1 auditorium yang menjadikanya satu pusat pemberhentian kuliner dan hiburan di Jakarta. Perpaduan arsitektur yang unik, seni modern, pemandangan alam, event-event yang khas menjadikan Ancol Beach City satu pusat wisata yang belum pernah ada sebelumnya di Jakarta.
Untuk pilihan makanan, mereka menawarkan berbagai pilihan dari lokal sampai restoran & kafe internasional. Ancol Beach City juga memiliki fasilitas & servis seperti meja tamu dan informasi, layanan valet, pusat ATM, P3K, keamanan 24jam, Wi-Fi Hotspot dan masih banyak lagi.

Ancol Beach City is strategically located in the north end of Jakarta inside the well known recreation site, Taman Impian Jaya Ancol. Specifically in the Carnaval Beach Area.
Ancol Beach City is only minutes away from Jakarta Soekarno-Hatta International Airport and easily accessible by taxi or other public transportation.
Ancol Beach City provides 77 units of food & Beverages, 42 Shop units, supermarket, Children’s playground, 2 multifunctional rooms and 1 auditorium that makes it a one stop culinary and entertainment center in Jakarta.  The blending of unique architecture, modern art, natural landscape, signature events retail makes Ancol Beach City the primer tourism before in Jakarta.
For dining aelections, they offer an array of choice from local delicacies to international restaurants & cafes. Ancol Beach City also has an extensive list of popular amenities, which includes a concierge-level Guest Service Desk, Valet Service, ATM Center, First Aid Clinic, 24hours Security, Wi-Fi Hotspot and many more.

BETAWI CULTURAL VILLAGE


THE MODERN NATIVE JAKARTAN
Simply take a look around you and there are glimpses of typical metropolitan culture we’ve come to live with every day-malls, restaurants, cafes, traffic jams. But this time, being a true insider’s gide, were taking you to the city edge, to where the “real”, authentic Jakarta culture is still found in the lives of the Betawi people. Being direct descendants of the native people who have lived in the city since the Batavia days, these native Jakartans are proud cultural ambassadors with a very long interesting history, which can be traced back to the century. And there’s no better time to take a look at their unique, fascinating lives tan now !
The Betawi people are often said to be the “real owners” of Jakarta. Therefore, you would imagine you could find them in every single residential area in the capital among the regular folks we encounter every day. However, the opposite is true. Betawi people in Jakarta are now a minority with most of them residing on the outskirts of the city. There are many classic stories about how these former wealthy landowners have been pushed out of they city centre due to the rapid growth of Jakarta. Betawi People sold their precious land to new settlers who are now mainly living in Jakarta’s suburbs. Thus, the Betawi culture slowly fades as its people move futher away for the urban areas.
Setu Babakan Betawi Cultural Village Center (Pusat Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan) situated in Srengseng Sawah, Jagakarsa, South Jakarta, you can easily find Betawi People living according  to their strong traditions. Built on 32 hectares of land around Lake Babakan (Setu Babakan), this Betawi village has been officially appointed as a Betawi cultural preservation site by the Jakarta Government and has become a favourite recreation destination among local.
Although open daily for visitors, the Setu Babakan village is much more alive during weekends. This is when visitors can enjoy various Betawi cultural performances, which are presented by the  Betawi people themselves who live in the area. Performed for visitors every Saturday and Sunday at the Sanggar –a modest stageyo showchase most of the cultural shows, are two Betawi dances, the Mask dance (Tari Topeng) and Cokek dance, which are accompanied by a Betawi traditional orchestra, Gambang Kromong. A Betawi traditional martial art, Beksi, is also performed on Sundays at the Sanggar.
Here, you can also buy traditional Betawi snacks and drink, made in the homes of teh Betawi people in the area. There are Kerak Telor, Dodol Betawi, a chewy cake made from sticky rice, coconut milk ad sugar. Kembang Goyang cookies and Roti Buaya, crocodile shaped bread with tasty chocolate filling. And as for an authentic tasting Betawi traditional drink there’s Bir Pletok. This Betawi Version of beer only cost you Rp 13,000 per bottle. Madefrom ginger, sugar, cardamom, cloves, cinnamon and secang wood, Bir Pletok is a non-alcohol drink with a delicious excotic flavour and commonly perceived as a health tonic among the Betawi People. There’s an interesting story about the origin of Bir Pletok . During the Dutch colonial days in Batavia, the Betawi people noticed that the Dutch loved to perty and alcoholic drinks were always included. Thus inspired, the Betawi people then created their own beer, which also later served as a party drink. Bir Pletok is non-alcoholic, as the religious Betawi people don’t drink alcohol. Back in those days, Bor Pletok was made using a hollow piece of bamboo, thus this process produced the repetitive “pletok,pletok..” sound. And that is how Bir Pletok got its name.